Tergiur Upah Rp 5 Juta, Kurir Sabusabu 1,6 Kg Mengakui Perbuatannya

Dia mendapatkan barang itu dari seseorang bernama Zaki. Perbungkusnya dia mengaku diupah Rp 5 juta. Namun dia baru terima 2 bungkus.

Tergiur Upah Rp 5 Juta, Kurir Sabusabu 1,6 Kg Mengakui Perbuatannya
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Muslim (33) pengedar sabusabu diadili Pengadilan Negeri Medan, Selasa (13/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hanya karena diiming-imingi upah sebesar Rp 5 juta perbungkus bila berhasil meyerahkannya kepada pemesan, Muslim (33) rela melawan hukum, untuk mengantarkan sabusabu seberat lebih dari 1,6 Kg untuk diedarkan di Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Wahyu Arya Permana petugas polisi dari Polrestabes Medan, saat memberikan kesaksian dalam sidang di Ruang Cakra VIII, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (13/11/18) sore.

"Dia mendapatkan barang itu dari seseorang bernama Zaki. Perbungkusnya dia mengaku diupah Rp 5 juta. Namun dia baru terima 2 bungkus," kata saksi di hadapan hakim ketua Erintuah Damanik.

Saksi menjelaskan, terdakwa Muslim ditangkap di Jalan Sei Kapuas, Medan Baru pada Juli 2018. Tim kepolisian yang berjumlah 5 orang menangkap terdakwa sekitar jam 3 pagi.

"Dari Informasi, diselidiki terdakwa ada menerima barang sabu dari Bireuen untuk dibawa ke Medan. Kemudian kami menangkap terdakwa dan menemukan 2 bungkus sabu seberat 1600 gram lebih," ujar saksi.

Setelah diinterogasi, terdakwa mengaku hanya sebagai perantara dan baru dua kali menjalankan aksinya mengedarkan barang haram itu. Kemudian, petugas memboyong terdakwa untuk pemeriksaan lanjutan.

"Kami juga menyita handphone terdakwa yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan Zaki," kata saksi.

Kesaksian anggota polisi dari Polrestabes Medan tersebut, tidak dibantah terdakwa. Ia membenarkan sabu seberat 1,6 kg itu merupakan miliknya yang dititipkan untuk pemesan. "Benar yang mulia, seperti yang dikatakan saksi," ujar terdslwa.

Usai mendengar kesaksian, majelis hakim Eerintuah Damanik menunda sidang hingga sepekan mendatang, dengan agenda keterangan saksi polisi lainnya.
"Sidang hari kita tutup. Saya minta saksi lainnya dihadirkan untuk sidang berikutnya," ucap Erintuah mengetuk palu sidang.

Namun Erintuah, sebelum meninggalkan ruang sidang Cakra VIII, ia sempat bercerita di depan terdakwa, bahwa ia sudah sering menyidangkan perkara narkotika, bahkan kasus-kasus besar. Ia menuturkan pengalamannya melihat banyaknya terdakwa kasus narkoba merupakan warga asal Aceh.

"Saya sudah banyak menyidangkan kasus narkoba seperti ini. Pada umumnya selalu orang Aceh. Kalian yang banyak merusak Medan ini," ucap Erintuah kepada terdakwa.

Mendengar ucapan ketua majelis hakim Erintuah Damanik itu, terdakwa Muslim tampak tertunduk dan hanya diam saja.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved