Edward Widjonarko: Ajukan Pinjaman Online Mesti Sesuai Kebutuhan

Aplikasi pinjaman uang online masih ini bisa ditemukan di Playstore dengan smartphone berbasis Android atau AppStore‎ untuk yang menggunakan IoS.

Edward Widjonarko: Ajukan Pinjaman Online Mesti Sesuai Kebutuhan
TRIBUN MEDAN/HO
Co-founder CICIL.CO.ID, Edward Widjonarko, Sistem transaksi di Cicil, pengguna mengajukan link produk yang ingin dibeli dari ecommerce, lalu cicil yang akan belikan ke ecommercenya, selanjutnya, ecommerce kirim ke mahasiswanya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Saat ini, banyak sekali aplikasi pinjaman uang online atau sering disebut Fintech (financial technology), namun banyak diantaranya yang ilegal sehingga banyak memakan korban penipuan.

Aplikasi pinjaman uang online masih ini bisa ditemukan di Playstore dengan smartphone berbasis Android atau AppStore‎ untuk yang menggunakan IoS.

Ketika pengguna mengetikkan kata kunci pinjaman uang, di Playstore maka akan muncul ratusan aplikasi sejenis ini, tercatat terdapat 253 aplikasi fintech. Padahal, per Juni 2018, ‎OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah mengeluarkan data perusahaan fintech legal, yang telah mempunyai izin OJK.

Menanggapi hal ini, Co-founder CICIL.CO.ID, Edward Widjonarko mengatakan di Cicil, data pribadi dan privasi pengguna merupakan tanggung jawab yang sangat dijaga. Dimana dalam mengumpulkan data pribadi tersebut. Cicil tentunya meminta izin terlebih dahulu kepada calon pengguna dan hanya digunakan untuk keperluan verifikasi awal.

"Terkait biaya, sistem pembayaran cicilan kami yang tidak bunga berbunga memungkinkan perhitungan biaya yang sangat transparan, dimana calon pengguna dapat menghitung jumlah total biaya yang harus dibayarkan melalui simulasi cicilan yang ada di platform kami sebelum berkomitmen untuk mengajukan pembiayaan," ujar Edward, Rabu (14/11/2018)

CICIL.CO.ID adalah sebuah sebuah perusahaan teknologi finansial yang bertujuan memberikan akses kemudahan pembiayaan bagi mahasiswa untuk membeli barang kebutuhan kuliah berupa laptop, smartphone, dengan cara cicilan tanpa kartu kredit. Fintech ini sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Ia menjelaskan Cicil saat ini dikhususkan untuk membantu pembiayaan mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan perkuliahan. Cicil terus berupaya melakukan sosialisasi mengenai layanan fintech ke berbagai universitas di Indonesia dan memberikan edukasi lebih lanjut sebelum mahasiswa mengajukan pembiayaan dengan platform Cicil.

"Kita memperhatikan poin-poin perjanjian, risiko-risikonya, hingga edukasi mengenai perbedaan layanan dan biaya fintech yang ada baik yang sudah terdaftar dan diawasi OJK maupun yang belum terdaftar," ucapnya.

"Kalau di cicil, sistemnya kita bukan memberikan dana, karena kita enggak mau dana itu disalahgunakan oleh mahasiswa. Sistem transaksi di Cicil, pengguna mengajukan link produk yang ingin dibeli dari ecommerce, lalu cicil yang akan belikan ke ecommercenya, selanjutnya, ecommerce kirim ke mahasiswanya," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved