Harta Mantan Kadis PU Yang Korupsi Rp 105 Miliar Disita Kejaksaan

Selain rumah juga turut di sita 15 alat berat berupa mesin Gilas dan grader yang ada di area lingkungan rumah.

Harta Mantan Kadis PU Yang Korupsi Rp 105 Miliar Disita Kejaksaan
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kejaksaan menyita rumah pribadi mantan Kadis PU Deliserdang, Ir Faisal, yang berada di Jln Yos Sudarso nomor 313 Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi. Selain rumah juga turut di sita 15 alat berat berupa mesin Gilas dan grader yang ada di area lingkungan rumah. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

 

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Kejaksaan Negeri Deliserdang akhirnya menyita rumah pribadi terpidana korupsi Ir Faisal, yang merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Deliserdang.

Rumah pribadinya itu berada di Jln Yos Sudarso nomor 313 Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi.

Selain rumah juga turut di sita 15 alat berat berupa mesin Gilas dan grader yang ada di area lingkungan rumah.

Di dinding bagian depan rumah pihak Kejaksaan memberi tulisan bahwa Tanah dan bangunan rumah disita berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 760K. Pid.Sus/2015 tanggal 15 Februari 2016 untuk pembayaran uang pengganti.

Kajari Deliserdang, Asep Maryono didampingi Kasi Pidsus, Fajar Syahputra Lubis dan Kasi Pidum, Olan Pasaribu pada saat konferensi pers menyebut penyitaan dilakukan pada Selasa, (13/11/2018) sore.

Disebut kalau mereka akan terus menelusuri aset kekayaan dari Faisal sebab dianggap apa yang disita belum mencapai Rp 98 Miliar.

Sesuai vonis yang telah dijatuhkan oleh Mahkamah Agung Faisal telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakpidana korupsi sebesar Rp 105,83 Miliar pada tahun 2010 di dinasnya dengan hukuman penjara 12 tahun dan denda 500 juta dengan potongan kurungan enam bulan.

Selain itu ia juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti sebesar Rp 98 miliar dan apabila tidak sanggup dibayarkan maka akan ditambah hukuman penjara lima tahun lagi.

"Aset dia ini nanti akan dihitung oleh appraisal (penilai aset) agar selanjutnya bisa dilakukan lelang. Jadi akan kita telusuri lagi asetnya. Informasi sementara katanya ada lagi rumahnya di luar Tebing Tinggi dan ini masih kita cari,"ujar Asep Maryono Rabu, (14/11/2018).

Penyitaan aset Faisal ini hanya berjarak empat hari setelah eksekusi dirinya yang dilakukan oleh Kejaksaan.

Ia ditangkap pada Sabtu dini hari di rumahnya ini. Jarak eksekusi dirinya dengan putusan Mahkamah Agung terlalu lama.

Ia diketahui telah divonis oleh Mahkamah Agung pada tahun 2016. Pada tahun 2017 salinan putusan pun diterima oleh pihak Kejaksaan Negeri Deliserdang. Saat ini ia pun sudah mendekam di Lapas Tanjung Gusta Medan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved