Bupati non aktif Labuhanbatu yang Dituding Korupsi Sekarang Menginap di Rutan Tanjunggusta

Bupati non aktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap dibawa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Klas I A Tanjunggusta Medan

Bupati non aktif Labuhanbatu yang Dituding Korupsi Sekarang Menginap di Rutan Tanjunggusta
Kolase Tribun-Medan.com
Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap 

MEDAN,TRIBUN-Bupati non aktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap dibawa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Klas I A Tanjunggusta Medan.

Untuk beberapa waktu, Pangonal akan menginap di sana. Ia akan tinggal di Rutan Tanjunggusta agar memudahkan jaksa KPK membawa tersangka pada persidangan korupsi suap proyek Labuhanbatu di PN Tipikor Medan.

"Tersangka sudah diantarkan penyidik KPK ke sini. Ia tiba sekitar pukul 17.15 WIB bersamna tiga orang penyidik KPK," kata Kepala Rutan Klas I A Tanjunggusta Medan, Rudy Sianturi, Rabu (14/11).

Ia mengatakan, saat tiba di rutan, tidak ada keluarga Pangonal yang datang.

Selanjutnya, pihak rutan melakukan pemeriksaan singkat terhadap Pangonal.

Baca: Germalab Desak KPK Periksa Semua Pejabat yang Terlibat Kasus Pangonal Harahap  

"Sementara ini, tersangka kami tempatkan di blok Tipikor bersama tahanan korupsi lainnya," kata Rudy.

Pangonal Harahap dalam kasus ini disangkakan menerima suap dari Direktur PT Binivan Konstruksi Abadi, Efendi Sahputra alias Asiong Kobra terkait sejumlah proyek di Labuhanbatu pada tahun 2016, 2017 hingga 2018.

Pada sidang-sidang sebelumnya, Asiong Kobra mengatakan uang suap untuk mendapatkan proyek merupakan hal yang biasa di Labuhanbatu.

Uang suap atau uang pelicin biasa diberikan untuk mendapatkan tender proyek.

Ketika dihadirkan pada sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi, Pangonal selaku saksi mahkota mengatakan uang suap itu diberikannya ke partai.

Baca: Ketua PDIP Bantah Pangonal Harahap soal Uang Rp 1,5 Miliar, Japorman: Sama Siapa Dia Berikan?

Bahkan, uang sudap itu dipakai untuk memenangkan salah satu pasangan calon yang bertarung pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut belum lama ini.

Kendati mengaku menyetorkan uang suap ke partai, keterangan Pangonal itu dibantah oleh Ketua PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih.

Kata Japorman, keterangan itu tidak benar. Tidak ada sepeserpun PDI Perjuangan Sumut menerima uang dari Pangonal, selaku kader.(cr15)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved