Darwis Sedih Urus Surat Kematian Ayahnya Dipungut Biaya untuk ATK

Seorang warga Darwis Damanik yang akan mengurus surat kematian ayahnya terbeban pungutan.

Darwis Sedih Urus Surat Kematian Ayahnya Dipungut Biaya untuk ATK
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Darwis mengurus surat kematian dipungut biaya modus ATK,Kamis (15/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pengurusan surat kematian dari kantor kelurahan masih memungut biaya dengan modus uang Alat Tulis Kantor (ATK).

Hal ini terjadi di Kelurahan Sari Matondang Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun.

Seorang warga Darwis Damanik yang akan mengurus surat kematian ayahnya terbeban pungutan.

Darwis mengatakan saat akan menjemput surat kematian seorang staff di kelurahan meminta uang ATK. Bahkan, staff tersebut meminta antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

"Saat saya mau ambil suratnya, staffnya minta uang ATK. Saya sudah bilang ini kan gratis, tapi staffnya tetap maksa, dibilangnya memang begitu peraturannya," ujar Darwis Kamis (15/11/2018).

Darwis menjelaskan staff tersebut beralasan kelurahan tidak memiliki anggaran untuk menutupi biaya ATK.

"Anehnya staffnta bilang, memang begitu karena kami gak ada anggaran untuk itu,"katanya.

Darwis menjelaskan telah melengkapi seluruh persyaratan untuk mengurus surat kematian seperti KTP dan Kartu Keluarga. Darwis mengurus surat kematian karena ayahnya meninggal di dalam rumah.

"Saya sudah berduka malah dipungut lagi. Kok sampai hati mereka itu. Kondisi dalam berduka,"katanya.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved