Advertorial

Pameran Plastik & Karet Pertama di Indonesia Digelar, Targetkan Teknologi Kemasan yang Berkelanjutan

Plastics & Rubber Indonesia 2018, pelopor pameran di Indonesia untuk industri pengolahan plastik dan karet resmi dibuka

Pameran Plastik & Karet Pertama di Indonesia Digelar, Targetkan Teknologi Kemasan yang Berkelanjutan
TRIBUN MEDAN/HO
Bpk. Dr. Ir. Taufiek Bawazier, M.Si - Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian 

TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Plastics & Rubber Indonesia 2018, pelopor pameran di Indonesia untuk industri pengolahan plastik dan karet resmi dibuka hari ini hingga 17 November 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Bersamaan dengan Drinktech Indonesia, Plaspak Indonesia, dan Mould & Die Indonesia, pameran ini memamerkan berbagai teknologi pengolahan plastik & mesin karet, mulai dari pemrosesan hingga material.

Bpk. Ahmad Nuzuludin - Business Development Director IPR
Bpk. Ahmad Nuzuludin - Business Development Director IPR (TRIBUN MEDAN/HO)

Pameran ini juga berkolaborasi dengan Printech Indonesia, pameran internasional di bidang konversi, percetakan, hingga pelabelan, yang diprakarsai oleh asosiasi produsen mesin manufaktur Italia, ACIMGA, demi mendukung berkembangnya industri makanan dan minuman Indonesia secara global.

Sekitar lebih dari 500 perusahaan dan lebih dari 20 negara ikut berpartisipasi dalam pameran internasional yang sudah memasuki tahun ke-31 ini, yang ditargetkan akan mendatangkan lebih dari 13,000 buyers dan profesional. Turut hadir membuka acara, Direktur Industri Kimia Hilir dari Kementerian Perindustrian Indonesia, H.E. Taufik Bawazier.

Ibu G. Firmansyah - Chairwoman PT Pamerindo Indonesia
Ibu G. Firmansyah - Chairwoman PT Pamerindo Indonesia (TRIBUN MEDAN/HO)
Ki-ka : Mr. Giovanni Brignone, Deputy Head of Mission Head of The Commercial Section - Dottore Alessandro Liberatori, Italian Trade Commision – Jakarta - Dr. Novrizal Tahar, S.T., M.Si. Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia - Ibu G. Firmansyah - Chairwoman PT Pamerindo Indonesia - Bpk. Dr. Ir. Taufiek Bawazier, M.Si - Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian
Ki-ka : Mr. Giovanni Brignone, Deputy Head of Mission Head of The Commercial Section - Dottore Alessandro Liberatori, Italian Trade Commision – Jakarta - Dr. Novrizal Tahar, S.T., M.Si. Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia - Ibu G. Firmansyah - Chairwoman PT Pamerindo Indonesia - Bpk. Dr. Ir. Taufiek Bawazier, M.Si - Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Perindustrian (TRIBUN MEDAN/HO)

“Pengemasan berperan sangat penting dalam membangun industri makanan dan minuman. Karenanya, kami menghubungkan ratusan profesional di industri plastik dan karet demi mewujudkan kemasan yang berkelanjutan, melalui pengembangan material dan inovasi proses,” ujar Wiwiek Roberto, Project Director Pamerindo Indonesia, selaku penyelenggara pameran.

Inovasi daur ulang dan plastik biodegradable (BDP) merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi limbah penggunaan plastik. Henky Wibawa, Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia (IPF) menambahkan, “Retailers tidak mungkin menghilangkan plastik dari proses bisnisnya, apalagi kemasan sangat penting untuk menjaga produk tetap aman dikonsumsi. Yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana berinovasi secara berkelanjutan, lewat penggunaan plastik, pengelolaan limbah, dan alternative plastik ramah lingkungan.”

Selama pameran, seluruh pengunjung juga bebas mengikuti seminar yang dipandu oleh berbagai asosiasi, seperti Perkumpulan Pelaku Daur Ulang Plastik Indonesia (IPR), Indonesian Packaging Federation (IPF), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM), dan Komunitas Printing Indonesia (KOPI).

Mereka akan berbagi tentang tren, tantangan dan peluang, serta daur ulang plastik untuk sistem kemasan berkelanjutan.

“Tantangan terbesar yang dihadapi industri pengemasan adalah menciptakan kemasan ramah lingkungan dalam menghadapi global sustainability dan limbah plastik. Karenanya, dibutuhkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, sehingga industri ini dapat terus maju mengikuti inovasi dan metode pengemasan cerdas,” ungkap Triyono Prijosoesilo, Ketua ASRIM.

Berdasarkan riset dari worldwide authority di bidang kemasan, Smithers Pira, ada beberapa teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan metode pengemasan yang berkelanjutan, di antaranya bahan baku inovatif, barriers materials atau kombinasi multilayer plastik yang fleksibel, hingga metode penyortiran dengan Near Infrared (NIR).

Untuk berbagi wawasan tentang teknologi terkini dalam plastik dan printing, beberapa peserta pameran di bidang mesin pemasaran seperti Benua Kencana Makmur dan Kawata Indonesia, serta industri pengolahan plastik dan bahan kemasan seperti ABURG dan Bilplast Grapindo juga akan menggelar sesi seminar selama pameran yang berlangsung empat hari.

Diselenggarakan sejak 14 hingga 17 November 2018, berbagai inovasi pengemasan dan plastik ini akan ditampilkan selama pameran, yang mencakup peralatan canggih di industri plastik dan karet, demi percepatan proses material serta pra-pemrosesan untuk hasil yang optimal.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved