Pengadilan Tinggi Medan Perberat Hukuman Tamin Sukardi jadi 8 Tahun, Lahan Dirampas untuk Negara

Hakim Pengadilan Tinggi Medan yang diketuai Dasniel memperberat hukuman Tamin Sukardi menjadi delapan tahun penjara

Pengadilan Tinggi Medan Perberat Hukuman Tamin Sukardi jadi 8 Tahun, Lahan Dirampas untuk Negara
TRIBUN MEDAN /ALIJA MAGRIBI
Tamin Sukardi saat dipapah usai sidang di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu 

MEDAN-TRIBUN.com - Majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan yang diketuai Dasniel memperberat hukuman Tamin Sukardi.

Tamin Sukardi dijatuhi hukuman delapan tahun, pada sidang putusan perkara banding, di ruang utama Pengadilan Tinggi Medan.

Hukuman yang diterima Tamin Sukardi lebih berat dari vonis sebelumnya, yang dijatuhi Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Mengadili terdakwa Tamin Sukardi dengan pidana penjara selama delapan tahun, denda Rp 500 juta.

Apabila denda tidak dibayar oleh terdakwa, maka diganti dengan hukuman kurungan selama enam bulan," kata Dasniel didampingi dua hakim anggota Albertina HO dan Mangasa Manurung.

Baca: Suap Tamin Sukardi kepada Merri Purba, KPK Periksa Panitera PN Medan

Dalam amar putusannya, hakim juga meminta Tamin Sukardi membayar pengganti kerugian negara sebesar Rp 132,4 miliar dalam waktu satu bulan setelah putusan.

Apabila uang pengganti kerugian negara itu tidak bisa dibayarkan, maka harta benda Tamin Sukardi akan dirampas untuk negara.

Jika tidak mencukupi, maka diganti dengan hukuman dua tahun penjara.

"Barang bukti nomor 167, tanah seluas 20 hektare, kemudian barang bukti nomor 168, tanah seluas 32 hektare dan terakhir barang bukti nomor 169, tanah seluas 74 hektare

yang merupakan bagian dari tanah yang awalnya dikuasai PT Erni Putra Terari seluas 126 hekater di Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang dirampas untuk negara," kata hakim.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved