Jalan Lintas Berastagi-Kabanjahe Terendam Banjir, Puluhan Sepeda Motor Mogok

banjir ini akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WIB, dengan intensitas sedang hingga deras.

Jalan Lintas Berastagi-Kabanjahe Terendam Banjir, Puluhan Sepeda Motor Mogok
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Pengendara sepeda motor mendorong kendaraannya di antara mobil-mobil di Jalan Lintas Berastagi-Kabanjahe, tepatnya di Desa Raya, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Jalan penghubung antar Kecamatan Berastagi menuju Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, tepatnya di Desa Raya tergenang banjir, Jumat (16/11/2018).

Diketahui, banjir ini akibat hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00 WIB, dengan intensitas sedang hingga deras.

Pantauan www.tribun-medan.com, ketinggian air yang menggenangi jalan lintas antar provinsi itu sekitar 10 hingga 50 centimeter. Akibatnya banyak kendaraan yang mogok karena tidak mampu melewati genangan air tersebut. Tak hanya kendaraan roda dua, bahkan terlihat juga beberapa angkutan umum yang mogok di tengah jalan.

Seorang pengendara sepeda motor Eka Yudiro, mengatakan terpaksa harus membantu mendorong kendaraan temannya yang kemasukan air. Pemuda asal Kota Medan itu mengungkapkan dengan adanya banjir ini tentunya sangat mengganggu mobilitas.

"Kalau banjir gini kan susah bang, yang tadinya bisa cepat sampai ke tujuan malah terhambat," ujar Eka.

Di selain karena banjir, lalu lintas di lokasi juga terlihat tersendat. Karena banyak pengemudi sepeda motor hingga mobil saling berebut untuk segera bebas dari kemacetan. Namun, karena sikap pengendara seperti itu, keadaan lalu-lintas justru semakin parah.

Keadaan ini, diketahui sudah dialami masyarakat sekitar selama belasan tahun. Warga Desa Raya Perlaban Sembiring mengungkapkan, mulai setiap tahunnya mulai dari bulan September kawasan tersebut pasti terendam banjir.

"Pokonya setiap musim hujan pasti banjir di sini, sudah bertahun-tahun seperti ini. Bahkan dulu pernah sampai satu setengah meter banjirnya," ungkapnya.

Perlaban menyebutkan, selain disebabkan hujan yang cukup deras, keadaan saluran air yang buruk juga menjadi faktor utama terjadinya banjir. Dirinya mengatakan, setiap adanya pembangunan jalan tidak lantas disertai dengan pengadaan saluran air yang memadai.

"Ini gara-garanya saluran air yang di tekongan Takasima bumpat, jadi air enggak bisa ngalir. Itu sudah lama tidak diperbaiki, makanya di sini saja yang kena airnya," ucapnya.

Hal ini juga diutarakan oleh Ardi, warga Berastagi itu mengaku dirugikan dengan banjirnya kawasan tersebut. Dirinya menyebutkan, kondisi seperti ini sudah sering terjadi, tepatnya setiap wilayah tersebut dilanda hujan.

"Ini setiap hujan deras pasti banjir di sini, mau pulang kerja ginipun jadi susah kita," katanya.

Keduanya berharap, kepada pihak terkait agar segera melakukan perbaikan. Karena selain mengganggu mobilitas kendaraan di jalan raya, dampak banjir juga menyebabkan perladangan warga yang ada di tepi jalanpun terkena imbasnya.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved