Mantan KCP Bank Sumut Palsukan Dokumen, Rugikan Negara Rp 3,9 Miliar

Mantan KCP Bank Sumut di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Ahmad Lutfi didakwa melakukan korupsi dengan modus memalsukan dokumen

Mantan KCP Bank Sumut Palsukan Dokumen, Rugikan Negara Rp 3,9 Miliar
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kreditur Dodi Susanto dan Mantan KCP Bank Sumut sidang perdana di PN Medan, Kamis 

MEDAN-TRIBUN.com - Mantan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank Sumut di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Ahmad Lutfi didakwa melakukan korupsi dengan cara memalsukan dokumen permohonan kredit.

Ia dijerat Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

"Terdakwa bersama Dodi Susanto (berkas terpisah) melakukan perbuatan melanggar hukum, memperkaya diri sendiri dan menyebabkan kredit macet hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 3.946.232.569,44," kata jaksa penuntut umum (JPU) TM Pakpahan, di ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (15/11).

Menurut Pakpahan, kasus ini berawal ketika terdakwa Dodi mengajukan kredit untuk pembelian ruko dari pengembang PT Tanto Jaya, dengan menggunakan nama orang lain pada Juli 2012 silam.

Dalam pengajuan kredit itu, Dodi menggunakan lima nama, Marsyadi, Josef Yulianto Hutagalung, Hamdani Syahputra, Mohammad Fahriza dan Dzulfikar.

Pengajuan kredit dilakukan di KCP Bank Sumut kantor Gubsu.

Baca: Mendadak Kembalikan Uang Korupsi Rp 250 Juta, Diduga Ada Donator Dodi Asmara

Adapun rincian pengajuan kredit itu yakni Marsyadi Rp 3 miliar, Josef Yulianto Hutagalung Rp 3 miliar, Hamdani Syahputra Rp 3 miliar, Mohammad Fahriza Rp 3 miliar dan Dzulfikar Rp 1,3 miliar.

Permohonan KPR kelima debitur tersebut, akan digunakan untuk pembelian ruko yang terletak di Jalan Darussalam, Medan.

Untuk memproses permohonan kredit, terdakwa Luthfi menerbitkan surat tugas taksasi, karena permohonan dokumen tidak dilengkapi data pekerjaan pemohon,

data suami/istri, data agunan/objek yang dibiayai, data aktiva, data utang/pinjaman, data pendapatan/pengeluaran dan hubungan dengan Bank Sumut.

Halaman
12
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved