Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Sebut Koalisi Prabowo-Sandi Retak Parah

TKN Jokowi-Ma'ruf Amin mengatakan tanda-tanda keretakan dalam Koalisi Adil dan Makmur semakin jelas

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Sebut Koalisi Prabowo-Sandi Retak Parah
kompas.com
Dua pasangan capres menunjukkan nomor urut masing-masing. Semula nomor urutnya, Jokowi Maruf nomor urut 1, Prabowo Sandiaga nomor urut 2 berubah jadi Jokowi Maruf nomor urut 01 dan Prabowo Sandiaga nomor urut 02 

JAKARTA,TRIBUN-Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan tanda-tanda keretakan dalam Koalisi Adil dan Makmur semakin jelas.

Bahkan, Karding mengatakan koalisi pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno ini semakin parah.

Hal itu, kata Karding, dapat dilihat dari cuitan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di akun twitternya, yang menyinggung tak pernah memaksa ketua umum partai politik lain untuk ikut berkampanye. 

"Kalau melihat tweet yang disampaikan Pak SBY, artinya dosis keretakan Koalisi Adil dan Makmur itu sudah sangat berbahaya dan parah," ujar Karding, Jumat (16/11).

Ia berpendapat, dari sisi politik Koalisi Adil dan Makmur sudah bermasalah.

Karding merunut dari adanya istilah mahar, jendreral kardus dan Partai Gerindra yang seakan mendominasi koalisi tersebut.

Baca: Viral Video Driver Ojol Menerobos Pengamanan Paspamres demi Menyalami Presiden Jokowi

Karding mengatakan dari calon presiden, wakil presiden, hingga posisi di dalam struktur badan pemenangan nasional, didominasi oleh Gerindra.

"Tidak memberi ruang kepada partai-partai lain, baik PKS, baik Demokrat, bahkan juga mungkin PAN," ucap Karding.

Sekjen DPP PKB ini mengatakan, di dalam suatu koalisi semua pihak harus mendapatkan keuntungan yang sama dan proporsional.

Terutama keuntungan elektoral. Seperti halnya di dalam struktur Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved