Baiq Nuril Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi, Ingin Teriak di Pantai Setelah Tahu Eksekusinya Ditunda

Baiq Nuril mengaku lega setelah mendapat kabar eksekusi dirinya ditunda Kejaksaan Agung

Baiq Nuril Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi, Ingin Teriak di Pantai Setelah Tahu Eksekusinya Ditunda
Change.org
Seorang pegawai tata usaha di SMA Mataram, NTB bernama Nuril dipenjarakan oleh atasannya. Hal tersebut bermula dari ponselnya yang diretas menyebarkan percakapan skandal perselingkuhan kepala SMA tempatnya bekerja. (Change.org) 

JAKARTA,TRIBUN-Baiq Nuril, mantan guru honorer SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat lega, setelah mendapatkan kabar Kejaksaan Agung menunda pelaksanaan eksekusi terhadap dirinya.

Baiq Nuril bahkan teriak dua kali, sebagai bentuk ekspersinya. Namun, sambung Baig Nuril, ia ingin teriak di pantai.

"Saya langsung teriak, dua kali malah. Tetapi saya maunya teriak yang lebih keras di pantai, biar lega, biar tumpah semua," kata Baiq Nuril, Selasa (20/11).

Ia mengatakan, dirinya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo.

Sebab, Nuril menganggap Jokowi mendukungnya.

"Saya sangat bahagia beliau merespon surat yang saya dan putra saya buat, rupanya beliau mendengar apa yang kami harapkan.

Saya bangga beliau mendukung saya mencari keadilan," ujarnya.

Baca: Mahfud MD Sasar Telak Pengadilan Vonis Baiq Nuril Bersalah, Hotman Paris Ucap Terima Kasih

Sementara itu, kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi mengatakan pihaknya tetap menunggu salinan putusan Mahkamah Agung atas kasus UU ITE yang menjerat kliennya.

Hal ini dilakukan agar kliennya segera mengajukan peninjuan kembali (PK).

Pihaknya juga mengapresiasi Kejagung yang menunda pelaksanaan eksekusi hingga adanya putusan PK.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved