Soal Pelarangan Bangunan Penatapan Danau Toba, Dosen Arsitektur: Pemerintah Hanya Perlu Mendesain

Dengan adanya warung ini tentu akan menjadi perbaikan ekonomi bagi masyarakat. Mereka warga lokal ada hak untuk mencari nafkah.

Soal Pelarangan Bangunan Penatapan Danau Toba, Dosen Arsitektur: Pemerintah Hanya Perlu Mendesain
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Para pekerja sedang melakukan pembangunan warung penatapan di Kawasan Danau Toba 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT - Dosen Arsitektur Universitas Sumatera Utara Dwi Lindarto mengatakan Pemkab Simalungun jangan langsung menindak warung penatapan di Kawasan Danau Toba Parapat.

Dwi mengatakan pemerintah harus melihat sisi ekonomi dan sosial. Karena, warung tersebut telah menunjang perekonomian warga lokal.

Apalagi bangunan itu hanya berbentuk non permanen. Para penggunjung hanya datang untuk sekadar minum dan ber-selfie.

"Dengan adanya warung ini tentu akan menjadi perbaikan ekonomi bagi masyarakat. Mereka warga lokal ada hak untuk mencari nafkah dari potensi alam,"ujarnya, Rabu (21/11/2018).

Dwi menilai pemerintah hanya perlu melakukan relokasi di satu titik yang strategis. Sehingga, ekonomi warga tidak terhambat.

"Tentu Pemkab Simalungun sudah tahu lokasi strategis. Jangan semata-mata dibongkar,"ujarnya.

Opsi lainnya, kata Dwi, Pemerintah Kabupaten Simalungun melakukan inovasi terhadap bentuk warung penatapan yang berjejer di pinggir bukit. Ia menyarankan Pemkab Simalungun berkaca pada Jogjakarta yakni Gunung Kidul. Banyak warung penatapan yang menyuguhkan pemandangan dengan arsitektur yang menarik.

"Mengembangkan pariwisata saat ini sangat mudah. Pengunjung datang saja detang berfoto ria lalu upload ke Instagram tentu sudah promosi gratis,"katanya.

"Persoalannya, mau tidak pemerintah melalui Dinas Pariwisata menganjurkan pemilik warung untuk mendesainnya agar terlihat cantik. Pemkab bisa melihat Jogja, jangan hanya pergi ke Jogja untuk jalan-jalan saja,"tambahnya.

Diketahui, Pemkab Simalungun telah menegur dan memberikan peringatan kepada 60 pemilik warung penatapan Danau Toba Parapat untuk tidak mendirikan bangunan tanpa izin.

Pemkab juga melarang adanya lagi bangunan baru di pinggir bukit yang menghadap Danau Toba itu. Satpol PP dan Camat Girsang Sipangan Bolon memastikan semua warung tersebut tidak memiliki izin.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved