Ini Komentar Buruh dan Apindo soal Kenaikan UMK Deliserang sebesar Rp 218.424

Kalau pak Gubernur tidak bisa saya salahkan. Dia kan hanya menerima dan menandatangani apa yang direkomendasikan sama Bupati.

Ini Komentar Buruh dan Apindo soal Kenaikan UMK Deliserang sebesar Rp 218.424
Buruh melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Deliserdang beberapa waktu lalu.

Laporan Wartawan Tribun / Indra Gunawan Sipahutar 

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Deliserdang, Rian Sinaga yang dikonfirmasi Kamis sore mengaku kalau dirinya belum ada mendapat kabar penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019.

Ia mengaku tahu dari Tribun-Medan.com soal besaran UMK Deliserdang 2019 yang sudah resmi ditetapkan Pemprov Sumut.

Atas nama buruh ia mengaku sangat kecewa dengan besaran kenaikan UMK yang hanya 8,03 persen tersebut.

“Kalau pak Gubernur tidak bisa saya salahkan. Dia kan hanya menerima dan menandatangani apa yang direkomendasikan sama Bupati. Kita kecewa sama Disnaker ini khususnya sama pak Mustamar. Kita menganggap kalau Pak Bupati dikerjain sama orang Disnaker ini,”kata Rian.

Ia menyebut seharusnya sebelum rekomendasi Bupati dikirimkan ke Gubernur para buruh khususnya yang masuk dalam Dewan Pengupahan bisa terlebih dahulu bertemu dengan Bupati. Yang terjadi dan dirasakan pada saat ini belum lagi ada pertemuan mereka dengan Bupati, Disnaker sudah buru-buru mengirimkan rekomendasi ke Gubernur.

“ Kitakan pada saat rapat Depeda terakhir walk out karena mau dilakukan voting untuk penentuan besaran kenaikannya. Karena naik 8,03 persen sesuai PP 78 kita menolak. Dan penolakan ini harusnya membuat Disnaker memfasilitasi kita untuk bertemu sama pak Bupati sebagai orang tua kita. Ini divoting dan ditentukan kenaikannya sesuai PP dan cepat-cepat dikirim ke Provins. Katanya karena pak Bupati mau pergi umroh saat itu,”jelas Rian.

Meski rekomendasi yang dikirimkan ke Gubernur telah ditandatangani langsung oleh Bupati Ashari Tambunan namun ia yakin kalau Bupati tidak mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan buruh. Ia menyebut maksud tujuan bertemu ke Bupati agar kenaikan UMK bisa direkomendasikan diatas PP 78 seperti dua tahun berturut-turut yang dilakukan sebelumnya.

Ketua Apindo Deliserdang, HM Yunan Sirhan meminta dengan ditetapkannya UMK oleh Gubernur pihak pengusaha dapat kemudian mengikutinya. Disebut tidak boleh ada lagi alasan agar tidak membarkan upah sesuai ketentuan. Saat diwawancarai itu ia mengaku belum ada diberitahu kalau UMK telah ditetapkan Gubernur. 

"Saya taunya baru dari kamu. Komentar saya apa ya, penetapan UMK inikan sebenarnya sudah aturannya yaitu sesuai PP 78. Ya memang pemerintah harus mengikuti karena memang sudah digariskan sendiri sama Pemerintah. Kita Apindo jugakan mendukung program Pemerintah," katanya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 sebesar Rp 2.938.524.

Kenaikannya sesuai dengan PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan atau naik sebesar 8,03 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 UMK Deliserdang sebesar Rp 2.720.100.

Besaran yang ditetapkan ini sesuai dengan besaran angka yang direkomendasikan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan sebelumnya. Dibandingkan dengan kenaikan dari tahun sebelumnya angkanya hanya sebesar Rp 218.424.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved