KPU Karo Sosialisasikan Pemilu 2019 kepada Mahasiswa, Ini Harapan Gemar Tarigan

satu program dari KPU RI dalam melakukan pendekatan ke elemen-elemen masyarakat.

KPU Karo Sosialisasikan Pemilu 2019 kepada Mahasiswa, Ini Harapan Gemar Tarigan
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan memberikan pemaparan saat melakukan sosialisasi Pemilu 2019, di Universitas Quality, Berastagi, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo, menggelar sosialisasi tentang pemahaman pemilu ke mahasiswa, di Universitas Quality, Berastagi, Kamis (22/11/2018).

Ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan itupun terlihat antusias, mendengarkan materi-materi yang dipaparkan oleh Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST.

Gemar mengatakan, sosialisasi ini merupakan salah satu program dari KPU RI dalam melakukan pendekatan ke elemen-elemen masyarakat, salah satunya di bidang akademisi. Adapun materi yang dipaparkan pada kegiatan ini adalah politik secara umum, kemudian tentang bagaimana mahasiswa mengambil peran dalam tahapan Pemilu.

"Jadi adik-adik mahasiswa ini sudah paham tentang regulasi-regulasi pemilu, jika nanti ikut serta menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), maupun ambil andil di bagian pengawasan," ujar Gemar.

Gemar menambahkan, inti dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang regulasi-regulasi tentang Pemilu. Dirinya mengaku, mahasiswa merupakan salah satu unsur penting dalam dunia politik.

"Kita harapkan dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa dan para dosen bisa menjadi corong kita dalam memberikan pemahaman tentang Pemilu kepada masyarakat. Dan menjadi garda terdepan sebagai corong KPU," ujar Gemar.

Pada kegiatan tersebut, para mahasiswa juga diberi kesempatan melakukan tanya jawab dengan pihak KPU. Melihat tanggapan dari para mahasiswa itu, Gemar mengaku kalangan akademisi tersebut memiliki antusias yang cukup tinggi. Dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan bersifat kritis dan membangun.

"Tapi tidak sedikit juga mahasiswa yang belum memiliki pemahaman tentang Pemilu. Jadi dengan datangnya kita ke sini, diharapkan dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang pesta demokrasi ini," ucapnya.

Seorang mahasiswa yang ikut dalam sosialisasi itu Indra Sihombing, mengatakan kegiatan tersebut sangat positif bagi mahasiswa. Karena selama ini, dirinya merasa masih banyak kalangan muda belum mengetahui tentang Pemilu. Mulai dari latar belakang diadakannya pemilu, hingga persoalan apa saja yang ada pada Pemilu.

"Dengan adanya sosialisasi ini, kami anak muda semakin paham maksud dan tujuan pemilu ini. Hingga mengetahui kenapa hingga saat ini masih ada saja orang-orang yang memilih menjadi golongan putih (golput)," ucapnya.

Indra juga menyebutkan, sebagai generasi muda yang nantinya akan meneruskan perjuangan bangsa, seharusnya diberikan pemahaman mendalam tentang politik. Dari beberapa materi yang dipaparkan oleh KPU, dirinya mengaku lebih fokus pada masalah money politic (politik uang). Ia mengaku, dengan adanya pemahaman salah satu masalah dalam Pemilu itu, dirinya mengatakan dapat juga diketahui bagaimana cara memberantasnya.

"Karena dengan masih adanya money politic ini, tentunya korupsi di negeri kita ini tidak akan tuntas. Karena logikanya saja, gaji mereka selama lima tahun itu tidak akan cukup menutup uang yang mereka keluarkan," katanya.

Dirinya berharap, kepada rekan-rekannya sesama mahasiswa dan pemuda agar tetap memiliki jiwa kritis terhadap politik di Indonesia. Ia menyebutkan, jika generasi penerus seperti dirinya terus peduli terhadap politik, ia yakin demokrasi di Indonesia akan semakin baik.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved