Manajer Diskotek Stroom yang Jual Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Manajer Diskotek Stroom Hariadi yang jualan narkoba terancam hukuman berat akibat perbuatannya

Manajer Diskotek Stroom yang Jual Narkoba Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Tribun Medan
Tiga sindikat narkoba yang satu diantaranya merupakan Manajer Diskotek Stroom, Hariadi saat menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan 

MEDAN,TRIBUN-Manajer Diskotek Stroom, Hariadi terancam hukuman 20 tahun penjara.

Sebab, Hariadi terbukti menyuplai pil ekstasi dan sabusabu pada sejumlah pengedar.

Menurut Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Hariadi diganjar pasal berlapis.

"Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan penyidik, tersangka memang manajer di lokasi hiburan malam (Stroom) tersebut," kata Raphael, Rabu (21/11).

Baca: Kapten dan Kasir Diskotek DBlues Diciduk, Diduga Terlibat Langsung Peredaran Pil Ekstasi

Selain mengamankan Hariadi, polisi juga menangkap Erwin Manurung (40) dan Riki Agustian (33).

Keduanya merupakan pengedar, dan kaki tangan Hariadi.

Selama ini, Hariadi menyuplai narkoba kepada kedua tersangka untuk diedarkan di Diskotek Stroom Jalan Listrik, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

"Tim lebih dulu mengamankan tersangka ERM dan RA di lantai IV pada Minggu (18/11) malam.

Dari keduanya, disita barang bukti pil ekstasi dan tiga paket sabu seberat 25 gram," ungkap Raphael.

Baca: Ini Sosok Pemasok Ekstasi ke KTV Strom Diskotek Elite Medan yang Diringkus Polisi

Setelah pengembangan, muncul nama Hariadi. Pria berusia 50 tahun ini kemudian ditangkap di rumahnya Jalan Ampera, Gang Amal Baru, Kecamatan Medan Tembung.

Adapun barang bukti lain yang disita polisi dari ketiga tersangka, yakni dua unit handphone merek Samsung dan uang tunai Rp 6,5 juta diduga hasil penjualan narkoba.

Ketika pemaparan berlangsung, Hariadi yang mengenakan baju tananan jingga dan penutup wajah enggan berkomentar banyak.

"Saya baru dua bulan (jadi bandar) begini. Saya pun belum lama mengenal mereka (Erwin dan Riki)," kelitnya.

Ditanya dari siapa ia memperoleh narkoba, Hariadi geleng kepala. Ia bungkam, dan memalingkan wajahnya.(cr3)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved