Advertorial

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Ajak Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan

Tak bisa dipungkiri, perilaku membuang sampah dengan sembarangan saat ini masih trend di kalangan sebagian masyarakat.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Ajak Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan
TRIBUN MEDAN/HO
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LH) Republik Indonesia Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc me-launching Medan Zero Waste City 2020 dalam acara peringatan Hari Bumi Sedunia Tingkat Nasional di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (22/4). 

Dalam upaya mengurangi volume timbulan sampah sangat diharapkan peran aktif masyarakat. Diperlukan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pengolahan sampah sejak dini melalui Pendidikan bagi anak usia dini. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tak bisa dipungkiri, perilaku membuang sampah dengan sembarangan saat ini masih trend di kalangan sebagian masyarakat. Masih ditemukan bahwa ada saja masyarakat yang membuang sampah di saluran drainase dan sungai.

Padahal pelarangan membuang sampah sembarangan itu sudah ditegaskan dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan.

Dalam Perda itu, diatur ketentuan pidana untuk perorangan, kalau buang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 10 juta dan kurungan 3 bulan. Sementara untuk badan usaha, didenda Rp 50 juta dan tahanan 6 bulan.

Meskipun begitu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan juga tak henti-hentinya mengimbau sekaligus mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah baik di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai ke tingkat tertinggi yakni perguruan tinggi/universitas yang tersebar di Kota Medan.

Sosialisasi kampanye kebersihan juga dilakukan Kelurahan Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru di Lapangan Citra Garden, Jalan Jamin Ginting, Medan, (3/11/2017) yang mendapat apresiasi dari Wali Kota Medan Dzulmi Eldin melalui Kadis Kebersihan dan Pertamanan M Husni. Karena, out put yang diinginkan dari kampanye kebersihan ini untuk mengajak seluruh warga hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain membagikan brosur dan stiker yang berisikan ajakan untuk rutin melaksanakan gotong royong membersihkan drainase dan parit serta tidak buang sampah sembarangan, kampanye kebersihan ini juga diisi dengan pawai yang diikuti para pelajar, mahasiswa serta ibu-ibu pengajian.

Untuk mendukung terciptanya kebersihan, Kelurahan Titi Rantai juga telah membentuk tim informasi dan saber sampah. Tim informasi ini merima pengaduan dari wargamengenai sampah, sedangkan tim saber sampah yang bertugas mengangangkat sampah bertumpuk maupun berserakan.

Hidup Bersih Jadi Budaya Masyarakat. Kampanye kebersihan yang digaungkan hingga saat ini harus menjadi budaya ditengah-tengah kehidupan masyarakat, tidak hanya di Kelurahan Titi Rantai tetapi juga disleuruh kelurahan yang ada di Kota Medan. Dengan demikian kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan Iingkungan semakin meningkat.

Kampanye kebersihan ini harus jadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakatakan kebersihan Iingkungan, guna mewujudkan Kota Medan lebih bersih, nyaman dan tertata ke depannya. Peran serta masyarakat sangat-sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan bersih dari sampah. Sebab, masalah kebersihan tidak bisa hanya mengandalkan kepada pemerintah semata.

Halaman
123
Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved