Masuk Musim Penghujan, PVMBG Sinabung Imbau Masyarakat Waspadai Lahar Dingin

Yang patut diwaspadai adalah banjir lahar dingin. Karena material-material yang ada di puncak dan badan gunung masih labil.

Masuk Musim Penghujan, PVMBG Sinabung Imbau Masyarakat Waspadai Lahar Dingin
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Petugas PVMBG Sinabung mengecek kondisi aktivitas Gunung Sinabung melalui komputer dan alat seismik, di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Jumat (23/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KARO - Dalam setiap memasuki musim penghujan seperti saat ini, masyarakat yang tinggal di seputar Gunung Sinabung, diimbau untuk selalu waspada.

Terutama bagi warga yang tinggal di dekat jalur aliran lahar dingin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung Armen Putra. Dirinya mengatakan, jika nantinya hujan turun terus menerus, ditakutkan sewaktu-waktu air dan material bebatuan dari puncak Gunung Sinabung, mengenai pemukiman.

"Ketika musim penghujan, yang patut diwaspadai adalah banjir lahar dingin. Karena material-material yang ada di puncak dan badan gunung masih labil," ujar Armen, Jumat (23/11/2018).

Menurut informasi, ada beberapa desa yang dekat dengan aliran lahar dingin, seperti Desa Perbaiji, Sukatendel, Bekerah Simacem, Mardinding, serta desa-desa lain yang berada di dekat Kecamatan Tiganderket. Namun, dirinya mengungkapkan, ada dua desa yang harus memberikan perhatian lebih.

"Khususnya daerah Marinding dan Perbaji, jadi diharapkan masyarakat selalu waspada," katanya.

Selain lahar dingin, Armen juga mengungkapkan adanya dua danau baru di sekitar kaki Gunung Sinabung tentu wajib menjadi perhatian. Karena, ditakutkan suatu saat material yang berada di sekitar danau akibat letusan gunung api tersebut dapat longsor.

"Kalau danau di atas longsor atau jebol, pasti akan ada semacam banjir bandang tapi skala kecil. Yang masuk juga ke jalur laharan. Makanya kita imbau masyarakat tetap berada di zona aman untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan," katanya.

Diketahui, sejak empat bulan terakhir Gunung Sinabung tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas yang tinggi. Namun dirinya mengungkapkan, status gunung yang terakhir bererupsi pada Februari lalu itu masih pada Awas level IV.

Melihat perkembangan yang cukup baik dari aktivitas Gunung Sinabung, dirinya menyebutkan jika kondisinya tetap stabil, maka ada kemungkinan statusnya akan diturunkan. Meskipun begitu, waktu untuk menentukan apakah statusnya dapat diturunkan harus menunggu waktu yang cukup lama.

Karena hingga saat ini, dirinya menyebutkan seluruh pihak yang terkait dengan keadaan gunung tertinggi di Sumatera Utara itu, terus melakukan evaluasi. Untuk itu, seluruh masyarakat tetap diimbau untuk terus waspada dan tidak masuk ke dalam zona merah.

"Kalau untuk aktivitas seperti erupsi memang sudah agak mulai menurun, begitu juga dengan kegempaan-kegempaannya. Tapi kita lihat, namanya gunung api sewaktu-waktu bisa erupsi," pungkasnya.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved