Bendahara Dinkes Pemkab Labusel Foya-foya Pakai Uang Korupsi, Sisanya Disimpan di Brankas

Bendahara Pengeluaran Dinkes Labusel, Sukiran menyunat dana enam puskesmas, dan gunakan uang korupsi untuk foya-foya

Bendahara Dinkes Pemkab Labusel Foya-foya Pakai Uang Korupsi, Sisanya Disimpan di Brankas
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sukiran (kemeja putih) tampak tenang saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (23/11/2018). 

MEDAN,TRIBUN-Sukiran (34), Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), menjalani sidang dakwaan di ruang Cakra VI Pengadilan Tipikor Medan.

Pada sidang ini terungkap, bahwa uang hasil korupsi senilai Rp 193.192.000, digunakan Sukiran untuk foya-foya.

Bahkan, untuk mendapatkan uang korupsi, Sukiran menyunat dana enam puskesmas.

"Pada November 2017 silam, Kabupaten Labusel mendapat dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) senilai Rp 10,3 miliar.

Dana ini bersumber dari dana Alokasi Khusus APBN Tahun Anggaran (TA) 2018," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agustini dan Eva, Jumat (23/11).

Lalu, dana BOK ini dicairkan akhir tahun 2017, untuk disalurkan ke sejumlah puskesmas di Labusel.

Baca: Tak Takut Korupsi, Pejabat Jaman Sekarang Merasa Ketiban Sial Jika Tertangkap

Menurut jaksa, terbongkarnya kasus korupsi Sukiran berawal saat terdakwa menemui Kepala Puskesmas Tanjung Medan, dr Elipina Sari Siregar pada Senin, 9 Juli 2018 lalu.

Kala itu, Sukiran meminta Erpina menandatangi dokumen pencairan dana BOK senilai Rp 73.830.000.

"Namun, Sukiran menyerahkan dana BOK kepada Elpina hanya Rp 35.000.000, tidak sesuai dengan daftar penerimaan yang telah ditandatangani.

Jumlah dana tersebut telah dipotong terdakwa sebesar Rp 38.830.000 dan terpaksa diterima oleh Elpina," kata Agustini, di hadapan majelis hakim yang diketuai Achmad Sayuti.

Halaman
123
Editor: Array A Argus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved