Depeda Segera Tetapkan UMSK Deliserdang 2019, Begini Penjelasan Mustamar

Dasar dari pembahasan UMSK ini adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Sumut.

Depeda Segera Tetapkan UMSK Deliserdang 2019, Begini Penjelasan Mustamar
Buruh melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Deliserdang beberapa waktu lalu.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Kabupaten Deliserdang mengagendakan untuk membahas Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Deliserdang tahun 2019 besok Rabu, (28/11). Ada 63 sektor upah pekerjaan yang akan ditentukan nantinya.

Dasar dari pembahasan UMSK ini adalah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang tahun 2019 yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sebesar Rp 2.938.524 atau naik 8,03 persen dari tahun 2018.

Ketua Depeda Deliserdang, Mustamar berharap agar pembahasan UMSK ini dapat berjalan lancar nantinya. Berdasarkan pengalaman, untuk penentuan besaran UMSK ini bisa sampai dua kali pelaksanaan pembahasan rapat. Disebut rapat akan selesai apabila sudah ada titik temu antara unsur buruh dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

"Hari Rabu jam 14.00 rencananya rapat untuk (penentuan) sektoral. Tadi sudah saya naikkan undangannya ke bu (Plt) Kadis. Ya belum tau saya apakah sudah ditandatangani apa belum. Kalau sudah ditandatangani ya nanti kita undang lah anggota Depeda,"ujar Mustamar Senin, (26/11/2018).

Kabid Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) Dinas Ketenagakerjaan Deliserdang ini menyebut tidak ada deadline pasti sebenarnya kapan batas waktu untuk Bupati merekomendasikan besaran UMSK yang sudah dibahas oleh Depeda ke Gubernur. Namun demikian sebelum Januari penetapannya harus sudah dikeluarkan. Maka dari itu artinya paling lama bulan Desember rekomendasi harus sudah dikirimkan untuk kemudian ditetapkan.

"Sebelum Januari harus sudah ditetapkan sama Gubernur karena bulan Januari akan diberlakukan oleh perusahaan. Kalau di sini pengalaman kita ya tergantung alotnya rapat. Yang buat lamakan kadang karena tidak ada sepakat buruh dengan Apindo ini. Buruh kadang mau minta naik 8 persen dan Apindo sanggupnya 6. Ya pada posisi itu kita kemudian mendamaikan lah mana yang bagus,"kata Mustamar.

Pada tahun-tahun sebelumnya kenaikan UMSK ini paling rendah mulai dari 5 sampai 15 persen dari tahun sebelumnya. Untuk sektor yang paling rendah biasanya adalah perusahaan di bidang produksi makanan ringan dan sektor produksi minuman keras adalah yang paling besar. Mustamar menyebut kenaikan atau penurunan sektor bisa saja terjadi tahun ini tergantung bagaimana kondisi perusahaan. Disebut saat penentuannya tidak mungkin dipaksakan kalau memang perusahaan ternyata kondisinya lebih parah dibanding tahun sebelumnya.

"Ya kita juga harus netral memang. Karena bagaimana mau menaikkan kalau perusahaannya pun enggak lancar usahanya. Kita lihatlah kesepakatan nanti bagaimana,"katanya.

(dra/tribun- medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved