Tiap Hari Berjuang di 'Jalur Off Road’, Jalan Tigabinanga Puluhan Tahun Rusak Berat Merugikan Petani

"Memang mesti benar-benar berhati-hati kalau berkendara. Konsentrasi penuh, sebab roda selip sedikit saja, akan celaka," kata Sembiring.

Tiap Hari Berjuang di 'Jalur Off Road’, Jalan Tigabinanga Puluhan Tahun Rusak Berat Merugikan Petani
Tribun Medan/Muhammad Nasrul
Warga melintas di jalan yang rusak parah di Tigabinanga, Kabupaten Karo, pekan lalu. 

Kepala Desa Suka Julu, Junianto Ginting, mengatakan kerusakan jalan di daerahnya sudah berlangsung puluhan tahun. Ruas jalan yang menghubungkan Desa Kuta Bangun di Tiga Binanga dan Desa Kuta Mbelin di Lau Beleng, terbentang sepanjang kurang lebih 25 kilometer.

TIGABINANGA, TRIBUN - Dalangit Sembiring turun dari mobil yang dikendarainya. Satu unit truk berukuran sedang, dengan ban-ban besar berbunga tebal, yang sudah barang tentu berpenggerak empat roda (four-wheel drive). Wajah yang memerah masih menyisakan butiran-butiran peluh.

"Beginilah setiap hari. Memang mesti benar-benar berhati-hati kalau berkendara. Konsentrasi penuh, sebab roda selip sedikit saja, akan celaka," katanya kepada Tribun di Desa Suka Julu, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, tengah pekan lalu.

Dikemukakan Sembiring, infrastruktur jalan yang menghubungkan beberapa desa di Tiga Binanga dengan Kecamatan Laubeleng, memang rusak parah. Terlebih-lebih di musim hujan. Jalan tanah merah akan sepenuhnya berubah menjadi lautan lumpur yang makin sulit dilewati.

"Ibaratnya jalur off-road dan sopirnya memang harus benar-benar punya skil. Pendek kata, perjuangan lah. Licin sekali, mobil pun bisa kepeleset-kepeleset ke kiri dan ke kanan, silap sikit bisa langsung terbalik. Padahal, ini mobil gardang dua (istilah untuk menyebut four-wheel drive), kayak truk, double cabin, atau hard top (varian jeep produksi Toyota). Kalau sebangsa mobil-mobil kota, ya, asli enggak bisa lewat," katanya.

Walau medan sangat berat, Sembiring dan sopir-sopir lain tetap harus melewati "jalur off-road" ini karena memang menjadi satu-satunya akses menuju desa-desa penghasil buah dan sayuran terbaik di kawasan Kabupaten Karo. Satu di antaranya Jeruk.

Buah dan sayur dari sinilah yang dipasarkan ke Kabanjahe, Brastagi, dan Medan. Bahkan ada yang dikirim ke luar Sumatera Utara.

"Dulu saya pernah harus bolak balik bongkar muatan. Jalur sangat sulit dilalui. Terutama di Suka Julu yang ada tanjakan tajamnya. Perhitungan saya, kalau memaksakan, enggak akan naik, bahkan bisa terbalik. Jadi dibongkar dulu, kemudian dinaikkan ke double cabin. Karena muatannya sedikit, terpaksa bolak-balik lima kali," ucapnya.

Sembiring tidak sedang melebih-lebihkan. Pantauan Tribun, mulai dari simpang masuk Desa Kuta Bangun, sebagian besar ruas jalan tidak lagi "berbentuk". Jalan yang dulunya beraspal sudah nyaris seluruhnya terkelupas, menyisakan pecahan aspal bercampur kerikil dan lumpur.

Jalan rusak di Kabupaten Karo.
Jalan rusak di Kabupaten Karo. (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)

Terus bergerak menuju Desa Kuta Mbelin, kondisi jalan makin buruk. Sisi kanan dan kiri jalan yang ditumbuhi tanaman-tanaman hijau, yang sesungguhnya indah, jadi tak ternikmati lantaran konsentrasi terfokus pada bagaimana agar roda kendaraan tidak selip. Tingkat kehati-hatian berlipat jika mengendarai sepeda motor.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved