Tuding Alat Elektronik Rusak Akibat Tower, Puluhan Warga Menuntut Ganti Rugi

Rosini mengatakan semenjak adanya tower itu banyak alat elektronik warga seperti kulkas, televisi, dan listrik rusak.

Tuding Alat Elektronik Rusak Akibat Tower, Puluhan Warga Menuntut Ganti Rugi
Tribun Medan / Ammar
Ilustrasi Tower 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Puluhan warga Jalan Tandean dan Jalan Palangkaraya Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Timur protes dengan masih diperpanjangnya izin mendirikan bangunan (IMB) Tower di sekitar lingkungan mereka.

Masyarakat tak setuju tower yang berdiri di lantai atas gedung milik warga itu masih beroperasi.

Ketua RT 001 RW 01 Kelurahan Pahlawan Kecamatan Siantar Rosini Purba menjelaskan, warga sudah melayangkan protes tentang keberadaan tower tersebut. Rosini mengatakan semenjak adanya tower itu banyak alat elektronik warga seperti kulkas, televisi, dan listrik rusak.

"Kalau datang hujan dan petir listrik padam dan semua alat elektronik pun menjadi rusak," ujar Rosini yang mengatakan ada 30 kepala keluarga yang melapor, Senin (26/11/2018).

Rosini juga menyayangkan pihak pemilik tower tidak mengganti rugi kerusakan selama ini.

Padahal, sebelumnya, pihak tower Telkomsel berjanji akan mengganti rugi seluruh kerusakan yang terjadi.

"Saat pertemuan dengan pihak kepolisian waktu lalu, mereka berjanji akan mengganti rugi. Ttapi, sampai sekarang pun belum diganti,"ungkapnya.

Rosini juga menyesalkan IMB untuk tower tersebut masih diperpanjang Pemko Siantar. Padahal, warga sudah ada yang keberatan dengan membubuhkan tandatangan.

"Keberatan warga, dibilang warga kan meganggu. Saya diam. Muncullah dulu petir rusaklah alat elektronik. Sudah kami sampaikan jangan sambung-sambung lagi. Kami tunggu-tunggu dingin ini gak diganti. Diperpanjang pun kami gak tahu. Jangan suka-suka saja," ujarnya.

Sementara Ketua RT 004 Dipo juga menyesalkan tidak adanya biaya ganti rugi atas kerusakan ini. Dipo yang juga sudah membeli telivisi dan kulkas baru. Dipo menjelaskan saat itu, sekitar jam 7 malam lampu padam. Apalagi, saat hujan turun dan petir. Dipo juga sering mendegar keluhan dari para warganya.

"TV dan lampu semua putus dan kulkas pun rusak. Saya beritahu ke pengembang. Nanti diganti. Mereka bilang mau ganti rugi tapi sekarang pun tak diganti," ujarnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved