Suarakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Menjadi UU, Pesada Dairi Galang Tanda Tangan Masyarakat

Aksi tersebut dilatarbelakangi dengan masih maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Suarakan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Menjadi UU, Pesada Dairi Galang Tanda Tangan Masyarakat
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Seorang warga Sidikalang membubuhkan tanda tangan dukungan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi UU dalam aksi damai yang dilakukan Pesada Dairi, di Simpang Rumah Sakit Umum, Sidikalang pada Selasa (28/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Dalam rangka merayakan Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berlangsung selama 16 hari (25 November-10 Desember), Perkumpulan Sada Ahmo (Pesada) Dairi menggelar aksi penggalangan tanda tangan pada Selasa (27/11/2018).

Aksi tersebut dilatarbelakangi dengan masih maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual di Kabupaten Dairi.

Sehingga mereka meminta dukungan kepada masyarakat untuk membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk upaya mendesak pemerintah agar segera mengesahkan Rancangan Undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut.

"Kita semua sadari perempuan dan perempuan muda rentan mengalami kekerasan seksual. Sehingga harus ada upaya pencegahan berbentuk Undang-undang dari pemerintah," kata koordinator aksi damai, Jojor Paima Siahaan, Selasa.

Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk meminta dukungan kepada masyarakat agar tidak tinggal diam apabila melihat peristiwa kekerasan terhadap perempuan maupun anak, khususnya kekerasan seksual.

"Sesuai dengan tema kegiatan kami ini yaitu Bergerak Bersama Menghapus Kekerasan Seksual terhadap Anak Perempuan," ucapnya.

Pesada mencatat kasus kekerasan terhadap perempuan/ anak terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data pada tahun 2016 tercatat ada 136 kasus, tahun 2017 terdapat 162 kasus.

"Untuk di 2018, dari 168 kasus yang ditangani ada 70 kasus KDRT dan disusul dengan kekerasan terhadap anak sebanyak 51 kasus," ujarnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved