Edisi Cetak Tribun Medan

Kuala Tanjung Siap Operasi, Pelabuhan Internasional Layani Ekspor 600 Kontainer Per Minggu

Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih.

Kuala Tanjung Siap Operasi, Pelabuhan Internasional Layani Ekspor 600 Kontainer Per Minggu
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Terminal Peti Kemas Kuala Tanjung 

BATUBARA, TRIBUN - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 melakukan ujicoba pengoperasian Terminal Petikemas Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), di Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung, Batubara, Selasa (27/11). Ujicoba ini ditandai dengan aktivitas bongkar muat peti kemas dari Kapal Motor (KM) Sinar Belawan.

Kapal berbobot 11.999 GT dengan panjang 145,65 meter milik perusahaan pelayaran Samudera Indonesia ini mengangkut kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Oleochemical Indonesia.

Plt. Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo, mengatakan ujicoba dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang masih harus diperbaiki.

"Diharapkan nanti bisa kita tingkatkan, dan dengan ini bisa menjadi pelabuhan yang lebih baik dibandingkan pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia," ujarnya.

Groundbreaking Pelabuhan Kuala Tanjung dilakukan Presiden Joko Widodo pada Januari 2015. Empat bulan berselang, pengerjaan konstruksi dimulai, dan hingga akhir November 2018 telah rampung 95 persen.

Baca: Aniaya Wartawan MetroTV dan Anggota IPK, Tiga Prajurit TNI Diadili

Baca: Identitas Para Bos Besar Go-Jek Terungkap dari Bocoran Dokumen

Baca: Edy Rahmayadi Suruh Pindah dari Sumut jika Percaya Menpora soal Merosotnya Prestasi Timnas

"Pengembangan tahap I sudah hampir selesai dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri yang dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya," kata Moedi Utomo.

Pada tahap awal, jelasnya, Terminal Petikemas KTMT ditargetkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer per minggu.

"Saat ini, perusahaan-perusahaan level internasional seperti Unilever, Wilmar, dan P&G, telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung," katanya.

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kuala Tanjung dilengkapi dermaga 500 x 60 m dan trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Trestle merupakan bangunan yang didirikan di atas laut. Struktur ini dibangun di atas 3.100 tiang pancang beton yang ditanam sedalam 70 meter ke dasar laut.

"Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, delapan unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan dua unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair," katanya.

Corporate Secretary Pelindo 1, M Eriansyah, mengatakan beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, diharapkan menjadi simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang sangat besar, mencapai 100 juta TEUs per tahun," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, seperti dikutip Kompas.com, mengatakan Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan menambah jumlah pelabuhan yang bisa melakukan direct call atau ekspor-impor dari Medan. Namun, direct call ini mesti dicermati dengan baik.

"Kalau direct call ke Singapura atau Kuala Lumpur saja tidak akan ada artinya. Harus dikonsolidasikan dengan pelabuhan besar lainnya seperti Priok, Bitung, Surabaya agar efisiensi terjadi di Indonesia," katanya.

Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki dua fungsi. Pertama pusat alih muatan kapal (transhipment) dan kedua sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus. (pra)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved