Untungnya hingga 100 Persen, Berbisnis Sayur Hidroponik

Dibandingkan dengan cara budidaya konvensional, budidaya hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit.

Untungnya hingga 100 Persen, Berbisnis Sayur Hidroponik
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Pemilik Sayurku Sayur Hidroponik, Faturrahman memegang wadah berisi sayur hidroponik, sayur selada┬ádi Jalan STM Suka Pura, Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tren baru menunjukkan bahwa budidaya tanaman dengan sistem hidroponik semakin hari diminati oleh masyarakat khususnya di wilayah perkotaan.

Fakta ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian dan kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah yang higienis.

Selain cara budidayanya yang relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan cara budidaya konvensional, budidaya hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit. Bahkan, pelaku usaha budidaya hidroponik bisa meraih keuntungan 100 persen. Hal ini diungkapkan oleh Pemilik Sayurku Sayur Hidroponik, Faturrahman.

Ia mengatakan sayuran hidroponik adalah sayuran yang tumbuh dengan bantuan cairan yang mengandung mineral yang diperlukan oleh sayuran untuk tumbuh. Berbeda dengan sayuran lainnya yang membutuhkan tanah untuk tumbuh, tanaman hidroponik hanya membutuhkan air bermineral untuk tumbuh. Air yang digunakan untuk menanam sayuran ini pun bisa didaur ulang.

"Sayur hidroponik itu media tanamnya tidak menggunakan tanah tapi air sebagai nutrisi, dan budidaya sayur hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas," ujar 
Faturrahman di Jalan STM Suka Pura, Medan, Rabu (28/11/2018).

Faturrahman memulai bisnis sayur hidroponik ini diawali karena ia yang juga seorang mahasiswa di UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) fakultas pertanian memiliki pembahasan mata kuliah tentang hidroponik maka ia pun membuat tanaman hidroponik di rumahnya.

"Saya kuliah di UISU fakultas pertanian, jadi saat itu ada masukan dan pembahasan mata kuliah tentang hidroponik, jadi saya buat di rumah. Selain itu juga
saya lihat bahwa sekarang ini lagi booming dengan sayur hidroponik. Pembudidaayaannya pun tidak terlalu susah, kita bisa manfaat lahan yang ada," ujarnya.

Laki-laki kelahiran Medan, 28 Agustus ini menjelaskan modal ia membuat usaha ini sebesar Rp 10 jutaan dan ia gunakan untuk membuat rumah kaca, pipa, pompa air, bibit, dan media tanam. Proses pembuatan sayur hidroponik ini, yaitu proses pembibitan, penyemaian, dan proses pembesaran sayur. 

"Siapkan media tanam rockwool yang sudah dipotong seperti dadu ukuran 2x2 sentimeter.  Lalu buat lubang kecil pada rockwool tapi tidak terlalu dalam agar biji tanaman tidak jatuh ke bawah. Masukkan benih ke dalam rockwool lalu siram dengan air nutrisi," ucap Faturrahman.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved