Ketua PN Medan Djaniko Girsang: Peran Media yang Baik akan Memperbaiki Sudut Pandang Masyarakat

Peran media yang baik diharapkan akan memperbaiki sudut pandang masyarakat.

Ketua PN Medan Djaniko Girsang: Peran Media yang Baik akan Memperbaiki Sudut Pandang Masyarakat
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Ketua Pengadilan Negeri Medan Djaniko Girsang 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menggelar silaturrahmi dengan wartawan seusai ditunjuk Mahkamah Agung (MA) menjadi Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan 5 September 2018 lalu, Djaniko Girsang berharap agar rekan-rekan pers turut serta membangun upaya Pengadilan Negeri Medan meraih akreditasi A-Exelllent yang mana sebelumnya telah dicabut oleh (MA).

Eks Ketua PN Palembang ini mengatakan bahwa media harus turut hadir menjadi agen-agen pembangunan negara.

Peran media yang baik diharapkan akan memperbaiki sudut pandang masyarakat.

"Saya berharap rekan pers agar menyamakan persepsi dengan Pengadilan menyikapi kondisi yang ada saat ini," ucapnya.

"Saat ini Akreditasi turun menjadi Excellent B, Kita berjuang mendapatkan Excellent A lagi yang mana pernah diraih sebelumnya, mungkin bulan 6 tim Pemeriksaan akan datang melihat kita lagi," ucapnya kepada seluruh wartawan yang bertugas di PN Medan di ruangannya, Jumat (30/11/2018) sore

Kembali bertugas di Pengadilan Negeri Medan, Djaniko berharap agar media tetap menjunjung kebenaran dan kode etik sembari menyesuaikan dengan peraturan dan etika dalam meliput persidangan di PN Medan. Imbuhnya, PN Medan saat ini sedang berbenah dalam program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dalam kesempatan tersebut, Djaniko ditanyakan beberapa isu di pengadilan, bahkan dituntut oleh wartawan untuk menyediakan ruang pers agar wartawan lebih rapi dan sopan saat meliput.

"Iya itu perlu. Tapi keterbatasan ruangan yang ada difungsikan untuk keperluan yang lain. Contohnya saja ruangan jaksa semua hanya dalam satu ruangan itu saja. Saya tidak bisa berjanji menyediakan ruangan pers tapi saya berupaya mempertimbangkannya," ucap Djaniko.

Dalam kesempatan tersebut, Djaniko juga dihujam beberapa pertanyaan lain agar terkait peliputan wartawan di ruang sidang, yakni fasilitas Audio speaker yang tidak berfungsi selana ini dan jadwal sidang yang tidak tepat.

Menjawab pertanyaan itu, Djaniko berujar bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah baginya dan pihak pencari keadilan yakni si beperkara dan kejaksaan.

"Ada keterbatasan menyediakan Audio Speaker untuk seluruh ruang sidang. Paling mungkin untuk sidang-sidang yang besar di Ruang Cakra Utama bisa kita upayakan digunakan ya untuk membantu wartawan Televisi dan Radio merekam," jawabnya.

"Untuk jadwal sidang yang tidak tepat sebenarnya sudah menjadi masalah bersama pengadilan di seluruh Indonesia. Lantaran praktek hukumnya kadang tidak sesuai jadwal. Makanya sejak dari rapat Manado, kita seluruhnya berupaya agar seluruh sidang On-Time, sehingga untuk mencapai ini kita butuh kerja sama (kedisiplinan) dengan para pencari keadilan, kejaksaan, beperkara, kepolisian dan yang lain," pungkas Djaniko.

Pria yang masih berstatus warga jogjakarta ini mengatakan bahwa para pencari keadilan agar tertib dengan memanfaatkan program pelayanan satu pintu (PTSP) guna mencapai kembali akreditasi A-Exelllent yang sempat disandang sebelumnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved