Pisau Cukur Palsu Merek Gillette Beredar di Pasaran, Polisi Gerebek Dua Toko di Medan

Perusahaan Gillette mengalami kerugian karena beredarnya pisau cukur palsu di pasaran. Satreskrim gerebek dua toko di Medan

Pisau Cukur Palsu Merek Gillette Beredar di Pasaran, Polisi Gerebek Dua Toko di Medan
Tribun Medan
Petugas Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan memperlihatkan pisau cukur palsu merek Gillette yang disita dari dua toko di Medan 

MEDAN,TRIBUN-Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan membongkar penjualan pisau cukur palsu merek Gillette.

Dalam pengungkapan ini, polisi menyita ratusan piece pisau cukur palsu Gillette dari Toko Sabena III di Jalan Karya, Medan Barat, dan Toko Ilaha Daya di Jalan Amal, Medan Sunggal. Saat ini, dua penjaga toko dibawa polisi.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kuasa hukum The Gillette Company LLC selaku pemilik merek, bahwa telah beredar pisau cukur palsu yang mengatasnamakan merek dagang mereka," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, Jumat (30/11).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Ronni Bonic diperintahkan membentuk tim.

Baca: Pengacara Ini Kaget, Terdakwa Pemalsuan Oli hanya Dituntut Denda Rp 15 Juta

Selanjutnya, tim dari Unit Ekonomi bergerak ke beberapa toko melakukan survei.

Saat merazia toko Sabena III dan toko Ilaha Daya, ditemukanlah barang bukti tersebut.

"Di toko Sabena III, barang buktinya itu 192 peace pisau cukur Gillette Goal warna kuning.

Kemudian, 120 peace pisau cukur Gillette Blue II, warna biru, dan 24 peace pisau cukur Gillette Blue II warna biru," kata Putu.

Dari toko Ilaha Daya, barang bukti yang disita 69 peace pisau cukur Gillette Goal warna kuning,

47 peace pisau cukur Gillette Blue II warna biru dan 24 peace pisau cukur Gillette Blue II warna biru.

Baca: JR Tetap Tenang Jadi Tersangka, Ancaman Hukuman 6 Tahun Akibat Dugaan Pemalsuan Legalisir Ijazah

Selanjutnya, penjaga toko Sabena III, Madan (24) dan penjaga toko Ilaha Daya, M Fahmi (26) dibawa ke Polrestabes Medan guna dimintai keterangannya.

"Jika terbukti turut memalsukan barang dengan merek ini, maka pihak penjual akan dikenakan Pasal 100, 101, 102 UU RI No 20 tahun 2016 tentang merek.

Kemudian, Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (2) UU RI No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun dan denda Rp2 Milyar," katanya.(cr3)

Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved