Viral Medsos

Viral Pernikahan Beda Usia, Bermula dari Pijat, Akhirnya Nek Fatimah dan Eko Menikah

Pernikahan Nek Siti Fatimah dan Eko viral, awalnya cuma nasabah, Eko sering minta urut, teleponan dan berlanjut ke pelaminan

Viral Pernikahan Beda Usia, Bermula dari Pijat, Akhirnya Nek Fatimah dan Eko Menikah
Instagram/kelakarbangka
Pernikahan beda umur Siti Fatimah dan Eko Pan Budi. (Instagram/kelakarbangka) 

"Pernikahan beda usia..resepsi pernikahan dilangsungkan di alamat.. Dusun jampan. Desa kelabat. Kec parit tiga. kab bangka barat."

TRIBUN-MEDAN.com - Pernikahan beda usia 31 tahun Siti Fatimah dan Eko Pan Budi di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung viral di media sosial.

Fatimah dan Eko Pan Budi yang menetap di Desa Kelabat Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat itu mengungkapkan kisah cinta mereka.

Pemilik akun melengkapi unggahannya dengan keterangan:

"pernikahan beda usia..resepsi pernikahan dilangsungkan di alamat.. Dusun jampan. Desa kelabat. Kec parit tiga. kab bangka

barat."

Video tersebut sudah dibagikan lebih dari 1.519 kali.

Baca: Bersahabat dengan Kerbau, Unggahan Pria Ini Jadi Viral dan Menuai Simpati Banyak Orang

Baca: Ini Kisah Sebenarnya di Balik Viralnya Motor Kawasaki Z1000 yang Dibuang di Tempat Sampah

Baca: Menilik Potret Mewahnya Kediaman Bintang Bollywood Shah Rukh Khan, Ini Foto-fotonya

Baca: Kini Kaya Raya, Begini Rumah Kontrakan dan Mobil Pertama Raffi Ahmad saat Merintis Karir

Baca: Udar 4 Fakta Stephen Hillenburg Sang Pencipta Tokoh Animasi Spongebob Squarepants yang Meninggal

Baca: Turis Perempuan 18 Tahun Asal Inggris Dirudapaksa Pekerja Laundry, Diseret ke Warung

Baca: Kronologi Temuan Ajakan dan Konten M3sum All Star Siswa SMP, KPAD: 10 Pelajar Perempuan

Tak hanya itu, video itu sudah tembus 102 ribu kali tayangan.

Video itu kemudian diviralkan kembali oleh akun instagram Kelakarbangka.

Wartawan bangkapos.com (grup Tribunnews.com) menelusuri ke Desa Kelabat, tempat keduanya berada.

Awalnya bangkapos.com (grup Tribunnews) bertemu Katijan, yang merupakan tetangga Siti dan Eko.

Dari keterangan Katijan, Siti berprofesi sebagai tukang pijat sedangkan suaminya pegawai koperasi keliling.

"Setahu saya itu pekerjaannya, kalau is perempuan memang saya tahu benarn karena dia tetangga saya dan sering berbelanja ke rumah saya," sebut Katijan (52) tetangga yang berada di depan rumah Siti.

Katijan menerangkan, pasangan ini pernah mendatangi rumahnya, yang dibicarakan waktu itu si prianya mengatakan ingin melamar Siti.

"Saya bersukur, daripada terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan," ucapnya.

Baca: Menilik Mewahnya Rumah Calon Pengantin Pria, Jusup Maruta Cahyadi, Sang Crazy Rich Surabaya

Baca: Udar 7 Fakta Istri Tewas Dilempar Bom oleh Suami Siri, Terkuak Motif hingga Sudah Pisah Ranjang

Baca: Udar 5 Fakta Mela Susana, Perempuan Korban Begal yang Tewas, Kronologi hingga Pelaku

Baca: Viral Pernikahan Beda Usia di Bangka Barat, Mempelai Perempuan Jadi Sorotan

Baca: Didesak agar Balikan dengan Luna Maya, Ariel NOAH Akhirnya Berikan Tanggapan dan Bilang Begini

Baca: Parade Foto Polisi Gadungan yang Sudah Tipu dan Kencani Banyak Perempuan, Kronologi Penangkapannya

Baca: Saling Bongkar Isi Tas, Brisia Jodie Kaget Lihat Nominal Struk Belanjaan Nagita Slavina

Eko Melamar

Bangka Pos (grup TribunJatim.com) berhasil menemuai sepasang suami istri tersebut.

Siti Fatimah (56), menceritakan tentang awal mula Eko Pan Budi (25) memintanya untuk menjadi pendamping hidupnya.

Pendatang asal Jogjakarta yang 2011 lalu ke Pulau Bangka ini mengatakan, tidak bisa menolak saat Eko memintanya menjadi istrinya.

"Mau gimana lagi, namanya dia ngajak kayak gitu ya, status kita sebagai orang bebas, dia lajang, saya janda mungkin sudah takdir kita, terima dengan tangan terbuka," ungkap Siti Fatimah kepada Bangkapos.com (grup TribunJatim.com), Kamis (29/11/2018)

Di matanya, Eko orangnya tidak banyak tingkah dan keinginan.

Baca: Organ Vital Pesepakbola Daniel Correa Dimutilasi setelah Nekat Seranjang dengan Istri Pengusaha

Baca: Foto M3sum Siswa SMP Beredar di Media Sosial, Ini Konten dan Kronologinya, Kepsek Beri Penjelasan

Baca: Dijual Seharga Rp 37 Miliar, Yuk Intip Keindahan Gua Paling Mewah yang Ada di Dunia

Baca: Habiskan Waktu Bermain Handphone selama Seminggu, Tangan Wanita Ini Tak Bisa Digerakkan Lagi

Baca: Oknum Dokter YS Beber Alasan Kenapa Sampai Puluhan Kali Suntik Bidan Cantik, Begini Respons Istri

Baca: Mahfud MD Menjawab Spontan Pertanyaan Kuda atau Kodok, Prabowo atau Jokowi

Baca: Fakta Baru Mayat dalam Lemari, Korban Janjikan Rp 1,8 Juta hingga Adanya 13 Adegan Habisi Nyawa

Makanya ketika dia mengutarakan ingin melamar langsung diterima.

"Banyak orang yang saya urut dan temui, tapi kenapa dia, orang-orang semua juga heran, saya terima saja," ungkapnya

Dia mengaku profesinya sebagai  tukang urut dan pelatih kuda lumping tidak menghalanginya setelah menikah, suaminyapun mendukungnya.

"Sekarang saya dianter suami ketika bekerja, karena dia sekarang belum bekerja lagi setelah mengundurkan diri kemarin," ungkap wanita yang memiliki satu anak pada pernikahan sebelumnya ini

Eko Pan Budi (25), blak-blakan tentang pernikahannya dengan Siti Fatimah (56) yang beda jauh usianya dari dirinya.

Diceritakan Eko, awal mula pertemuannya dengan istrinya sekarang berawal dari pekerjaannya sebagai tukang pinjam uang keliling atau lebih dikenal dengan pegawai koperasi.

Yaitu setahun lebih silam, istrinya merupakan langganan meminjamkan uang kepadanya, setelah itu hubungannya semakin dekat, kadang merekapun berhubungan melalui telepon seluler saat jauh.

"Istri saya yang sekarang merupakan nasabah saya, saya itu pekerjaannya pegawai koperasi keliling, jadi kami sering ketemu, kadang saya juga minta di urut sama dia karena profesinya tukang urut," jelas Eko kepada Bangkapos.com, Kamis (29/11/2018)

Eko melanjutkan, hubungannya dengan istrinya sempat terhalang oleh jarak, karena dirinya dipindahkan ke Pulau Belitung alasan pekerjaan.

Karena tidak betah di sana, diapun akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya, dan menemui Siti Fatimah yang saat itu dikenalnya.

"Kami komunikasi lewat handphone pas saya kerja di Belitung dulu, seminggu kadang dua kali bahkan lebih," sebutnya
Dirinyapun sempat numpang tinggal di rumah Siti Fatimah 10 hari setelah pulang dari Belitung. Karena tidak memiliki tempat tinggal.

" Pada saat tinggal di rumah Siti Fatimah 10 hari itulah saya ngomong baik-baik ke dia, ingin mengajaknya menjadi istri saya, diapun mengiyakannya," ungkapnya.

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kisah Pernikahan Nek Siti Fatimah dan Eko, Sering Minta Urut dan Telpon Lalu Berlanjut ke Pelaminan

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved