Yos Sudarso Jadi Terdakwa Kepemilikan 1.500 Ekstasi di PN Binjai

Muslim Muis menduga ‎ada terjadi pemufakatan jahat antara polisi, jaksa dan hakim.

Yos Sudarso Jadi Terdakwa Kepemilikan 1.500 Ekstasi di PN Binjai
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Yos Sudarso terdakwa narkotika 1.500 ekstasi di PN Binjai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Vonis 8 bulan yang dijatuhi Pengadilan Negeri Binjai, kepada terdakwa Yos Sudarso alias Wak Yos menjadi perbincangan hangat warga sekitar rumahnya di Jalan Teratai, Gang Juhari, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara.

Yos yang diketahui mantan Polisi Militer (PM) pernah berdinas di Jambi. Vonis ini lebih rendah dua bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Perwira Tarigan selama 10 bulan.

Diketahui proses hukumnya, Ketua Majelis Hakim Muhammad Yusafriha‎rdi Girsang didampingi hakim anggota masing-masing David Sidik Simare-mare dan Diana Febrina Lubis.

Hasil penelusuran ke sekitar rumah Yos, Minggu (2/12/2018), pria bertubuh tegap ini dikenal dengan panggilan Nani. 

Yos pun diketahui memang bandar besar. Bahkan, gembong narkotika ini telah dipecat dari Satuan Polisi Militer karena persoalan narkotika.

"Ada besar-besar orangnya. Seram orangnya. Rumahnya masuk ke dalam lagi, besar rumahnya. Di depan itu, rumah saudara-saudaranya semua," ujar seorang wanita paruh baya berusia 50, minta identitasnya tidak diekspose.

Dibeberkan wanita paruh baya ini, bahwa Yos dikenal kasar dan bengis. Katanya, Yos juga pernah terlibat keributan dengan warga, diduga sebelum dia tertangkap.

"Pernah kemarin ribut di sini. Kasar orangnya. Beda sama saudara-saudaranya yang biasa saja," ungkapnya.

Ucapan ini ‎diamini seorang pria yang datang membeli sarapan ke salah satu kedai nasi.
Kata pria ini, Yos tinggal bersama istrinya di rumah megah, bertingkat, berlantai dua. Namun dia tidak istri yang ke berapa.

"Sudah berapa kalinya gak tahu pasti. Tapi setahu aku sudah bolak-balik digrebek rumahnya. Ada dua atau tiga kali rumahnya digrebek," kata pria berusia 50 tahun ini.

Dikisahkan pria ini juga bahwa Yos itu adek-adekannya di sekitar kawasan rumahnya. Yos kecil tidak garang seperti sekarang ini. Malah, menurut dia, seperti perempuan.
Beranjak remaja usai tamat SMA, Yos mengikuti tes menjadi prajurit TNI AD. Dia pun lulus.

"Setelah jadi (TNI), disitulah mulai garang. Dia dipecat. Banyak masalahnya. Kasus perempuan, penggelapan uang sampai narkoba ini. Pernah tugas di Pekanbaru juga (Yos)," ujar dia.

Halaman
123
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved