Perkembangan Kasus Pencurian Uang Rp 150 Juta di Jok Motor, Sisa Rp 45 Juta Dikirim ke Rekening Desa

Masih ada sisanya Rp 45 juta sama dia. Kami dibantu sama Polres juga sekarang ini untuk menangkap pelaku lainnya.

Perkembangan Kasus Pencurian Uang Rp 150 Juta di Jok Motor, Sisa Rp 45 Juta Dikirim ke Rekening Desa
Tribun Medan
Bendahara Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Fitriana, dan rekaman CCTV aksi pencurian uang Rp 150 juta 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Hingga saat ini Polsek Lubukpakam belum juga mampu untuk menangkap dua lagi pelaku yang terlibat dalam pencurian uang Rp 150 juta di dalam jok sepeda motor yang terparkir di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Deliserdang.

Meski identitas dan alamat pelaku lain sudah diberitahukan oleh tersangka Anton Situmorang yang sebelumnya telah menyerahkan diri ke Polsek namun hingga kini pelakunya belum juga berhasil dibekuk.

Kapolsek Lubukpakam, AKP Gudo Siswoyo membenarkan kalau saat ini pelaku lain masih berkeliaran.

"Iya dua lagi belum (ditangkap). Kalau dia (Anton Situmorang) kooperatif. Sudah dikasih taunya sama kita siapa saja temannya yang saat itu ikut bersamanya. Ada tiga orang katanya saat itu mereka. Sudah kita cari kerumahnya tapi belum ada ketemu,"ujar Gudo Senin, (3/12/2018).

Ia belum dapat menyimpulkan bagaimana sebenarnya strategi yang dipasang oleh pelaku ketika melakukan aksi mulai dari bank hingga kantor Disdukcapil.

Hanya saja ia menyebut kalau dalam pencurian itu Anton mendapat bagian Rp 55 juta. Dikatakan kalau sebagian uangnya sudah dipakai oleh yang bersangkutan. Sebelumnya uang hasil kejahatan itu juga sebagian disebut hilang oleh pelaku.

"Masih ada sisanya Rp 45 juta sama dia. Kami dibantu sama Polres juga sekarang ini untuk menangkap pelaku lainnya. Biar cepat ketangkap lah,"kata Gudo.

Sementara itu Kepala Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Sumardi mengatakan sisa uang Rp 45 juta sudah dikirimkan polisi ke rekening Desa. Meski sudah dikirimkan namun disebut uang tidak dapat mereka pergunakan karena uang tersebut menjadi barang bukti. Nantinya jika memang diperlukan uang tersebut akan mereka hadirkan.

" Cuma dititip saja sama kita. Adalah tiga hari lalu dikirim polisi ke rekening Desa. Ya cuma dititip saja karena menjadi barang bukti. Kalau diperlukan nanti ya dikeluarkan lagi. Untuk pembangunan ya pakai uang yang sudah kita ganti itulah dulu,"kata Sumardi.

Uang Rp 150 juta yang sebelumnya hilang di parkir kantor Disdukcapil itu sebelumnya merupakan uang Dana Desa untuk Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam. Uang tersebut dibawa oleh Bendahara Desa, Fitriana dan dimasukkan ke dalam jok sepeda motornya. Sebelum ke kantor Disdukcapil ia sempat pergi ke Bank Sumut bersama Sumardi untuk mencairkan uang yang penggunaannya untuk berbagai keperluan desa.

Aksi pencurian terjadi setelah Fitriana meninggalkan sepeda motornya dan masuk ke kantor Disdukcapil. Aksi pencurian terekam kamera CCTV dan membuat satu diantara tiga tersangka menyerahkan diri. Karena peristiwa ini Fitriana pun terpaksa mengganti uang yang hilang sebesar Rp 80 juta sementara Kades Sumardi mengganti Rp 70 juta.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved