Direktur PDAM Tirta Deli Ungkap Kenakalan Pelanggan yang Tidak Bisa Ditindak!

Berdasarkan analisa mereka diperkirakan lebih dari separuh pelanggan yang ada khususnya di Lubukpakam menggunakan mesin pompa untuk menarik air.

Direktur PDAM Tirta Deli Ungkap Kenakalan Pelanggan yang Tidak Bisa Ditindak!
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan ketika melantik Batara sebagai Direktur PDAM Tirta Deli, beberapa waktu lalu.

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

 

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Direktur PDAM Tirta Deli, Batara Imbrahjaya Nasution mengakui bahwasanya kondisi sekarang ini yang dirasakan oleh pelanggan lebih lama waktu air tidak mengalir dibanding yang mengalir.

Ia menyebut kondisi ini bisa terjadi lantaran beberapa persoalan dimana banyak pelanggan yang saat ini memanfaatkan memakai mesin pompa untuk menarik air dari pipa.

Padahal hal seperti itu katanya penggunaannya tidak dapat dibenarkan. Berdasarkan analisa mereka diperkirakan lebih dari separuh pelanggan yang ada khususnya di Lubukpakam menggunakan mesin pompa untuk menarik air.

"Kita juga enggak bisa menertibkan yang seperti itu. PDAM di Indonesia ini pun enggak ada yang bisa menertibkan itu. Beda kita sama PLN, kalau PLN jika ada pencurian kan itu namanya pancaran elektronik bisa juga diketahui kalau kitakan pancaran air. Pelanggan yang menarik pakai pompa sudah disaat zaman Tirtanadi di Lubukpakam ini. Itu yang membuat air tidak merata. Kalau produksi air kita 24 jam,” kata Batara.

Lain di Lubukpakam lain pula untuk di kawasan Perbaungan yang jumlah pelanggan yang hampir 1500. Menurutnya di daerah itu banyak sekarang pipa cacing (pipa liar dan ditanam di dalam tanah) yang dipasang secara ilegal oleh pelanggan.

Ia menyebut kalau hal seperti ini yang kemudian membuat perusahaan menjadi merugi. Disebut kejadian penanaman pipa sudah terjadi bertahun-tahun dan sulit untuk melacaknya sekarang ini.

Hingga kini pelanggan PDAM Tirta Deli merasa masih belum puas dengan bagaimana pelayanan yang diberikan. Bahkan banyak diantara pelanggan yang kadang membanding-bandingkan bagaimana pelayanan yang didapat ketika masih berstatus pelanggan PDAM Tirtanadi disaat sebelum ada peralihan status.

Keluhan pelanggan tidak hanya datang dari pelanggan dari Kecamatan Lubukpakam yang ada di Kabupaten Deliserdang saja namun juga datang dari Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdangbedagai saat ini.

“Kalau bayar selalu rutinnya kami, sudah hampir 2 bulan ini kecil kali airnya setiap hari. Sudah kecil hidupnya pun kadang cuma dua jam saja setelah itu mati lagi. Kami jadi pelanggan karena air kalau di daerah kami ini kuning. Tapi kalau kecil ya tidak terpakai juga jadi sekarang ini kami lebih sering pakai air sumur yang kuning. Maunya walaupun kami pelanggan Tirta Deli dan tinggal di Serdang Bedagai ya diperhatikan jugalah, jangan fokus sama yang lain juga, kami kan bayar,” kata Amar pelanggan dari Desa Citaman Jernih, Perbaungan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved