Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolrestabes Medan Warning Tempat Hiburan Malam, Jika Tidak. . .

Kombes Pol Dadang Hartanto mengimbau pada pemilik lokasi hiburan malam, agar tetap mematuhi jam operasional

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolrestabes Medan Warning Tempat Hiburan Malam, Jika Tidak. . .
TRIBUN MEDAN / M ANDIMAZ KAHFI
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, saat memberikan keterangan soal meninggalnya tahanan Polrestabes Medan. 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Jelang perayaan Natal dan tahun baru 2019 mendatang, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto mengimbau pada pemilik lokasi hiburan malam, agar tetap mematuhi jam operasional dan memastikan steril dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba jelang Natal dan Tahun Baru.

"Pertama kita imbau pada pemilik lokasi hiburan malam agar mematuhui peraturan atau jam operasional," ujarnya Selasa (4/12/2018).

Pihaknya dan instansi terkait juga akan melakukan cek langsung ke lokasi untuk memastikan apakah pengusaha tempat hiburan malam mematuhi peraturan atau tidak.

Selain mengimbaun, sambung Kapolrestabes, pihaknya juga akan mengumpulkan kekuatan dengan aparat berwenang untuk melakukan cek langsung ke tempat hiburan malam.

Jika nantinya ditemukan tempat hiburan malam melanggar peraturan yang telah ditetapkan akan dilakukan tindakan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Sebelumnya diberitakan, jelang Natal dan Tahun Baru Polrestabes Medan dan instansi terkait diminta mengintensifkan razian ke lokasi hiburan malam yang diduga sebagai tempat peredaran narkoba dan prostitusi.

Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Medan, Sastra, SH, MKn baru-baru ini.

"Razia harus diintensifkan jelang Natal dan Tahun Baru. Instansi terkait (Polrestabes dan Pemko Medan) harus bergerak cepat. Sebab, keberadaan lokasi hiburan malam yang 'nakal' ini dapat mengganggu ke khusyukan ibadah saat Natal,"katanya.

Selain narkotika, kata Sastra, sasaran razia harus lebih meluas. Seperti dugaan praktik prostitusi dan pengunjung di bawah umur.

Untuk itu, petugas harus mengecek semua KTP pengunjung. Jika nantinya ditemukan ada pengunjung di bawah umur, langsung serahkan ke dinas terkait agar dilakukan pembinaan.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved