Polres Karo Bersama Dinas PU Masih Selidiki Penyebab Tembok Ambruk di Pemandian Daun Paris

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan petugas dari Dinas PU untuk melihat kondisi tembok yang ambruk.

Polres Karo Bersama Dinas PU Masih Selidiki Penyebab Tembok Ambruk di Pemandian Daun Paris
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Personel kepolisian Polres Tanah Karo mengecek pondok-pondok yang tertimpa reruntuhan tembok penahan tanah di Pemandian air panas Daun Paris, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Minggu (2/12/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Dua hari pasca ambruknya tembok penahan tanah di Pemandian air panas Daun Paris, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Minggu (2/12/2018) kemarin, petugas mulai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kali ini, tim yang terjun ke lapangan dari Sat Reskrim Polres Tanah Karo, bersama tim ahli dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karo.

Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu melalui Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan petugas dari Dinas PU untuk melihat kondisi tembok yang ambruk.

Dirinya menyebutkan, hingga saat ini peristiwa yang menewaskan tujuh orang mahasiswi itu, diduga disebabkan karena konstruksi tembok yang kurang baik.

"Kami tadi sudah langsung ke lapangan bersama Dinas PU untuk melakukan penyelidikan kembali tentang apakah tembok itu yang menjadi penyebab kejadian kemarin," ujar Ras Maju, Selasa (4/12/2018).

Selain mengecek kondisi TKP, dirinya menyebutkan pihaknya juga telah melakukan interogasi terhadap keluarga pemilik tempat wisata yang sedang berada di sekitar lokasi. Tujuannya juga untuk mendapatkan kepastian penyebab kejadian tersebut, apakah ada unsur kelalaian atau murni karena bencana.

Dirinya menyebutkan, saat ini tim ahli dari Dinas PU sedang mendalami konstruksi bangunan. Setelah itu, dirinya menyebutkan akan memeriksa para saksi ahli untuk mendapatkan keterangan penyebab kejadian tersebut secara pasti.

"Kita juga harus mengumpulkan bukti-bukti dulu, jika nanti para ahli memang mengatakan human error, seperti konstruksi bangunannya memang tidak bagus, atau murni karena bencana," katanya.

Ras Maju juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan interogasi awal terhadap pemilik tempat tersebut. Dirinya menyebutkan, jika nantinya setelah proses pemeriksaan ternyata ditemukan ada unsur kelalaian, maka penanganan kasus tersebut akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Bagi siapa saja yang terbukti terlibat dalam kelalaian itu, dirinya menyebutkan akan dipersangkakan pasal 359 ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved