Kelompok Ekstasi 1000 Butir Diputus Pidana Penjara Berbeda

Majelis Hakim dalam amarnya memutuskan terdakwa Mahidin dengan pidana penjara 14 tahun.

Kelompok Ekstasi 1000 Butir Diputus Pidana Penjara Berbeda
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Kompolotan pengedar ekstasi 1.000 butir menjalani sidang di PN Medan, Rabu (4/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kelompok pengedar ekstasi 1000 butir diputus pidana penjara berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan yang dipimpin oleh Masrul pada sidang putusan yang berlangsung Rabu (4/12/2018).

Kelompok yang diisi Mahidin, Alinur, Bagus Tri Wahyono, Yogi Gunarso dan sesosok perempuan bernama Anggia Syahdila dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 4 kali ini diadili secara terpisah oleh Masrul.

Majelis Hakim dalam amarnya memutuskan terdakwa Mahidin dengan pidana penjara 14 tahun, sedangkan Alinur, Majelis hakim menghukumnya dengan pidana penjara selama 13 tahun. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penunut Umum (JPU) Belman Tindaon yang menuntut keduanya 17 tahun penjara.

Sedangkan tiga terdakwa lainnya diputus lebih rendah oleh Majelis Hakim, yang mana masing-masing sebelumnya dituntut JPU dengan tuntutan 13 tahun Penjara

"Mengadili masing-masing Anggia Syahdila dengan pidana penjara selama 9 tahun, Bagus Try Wahyono dengan penjara 10 tahun dan Yosi Gunarso dengan pidana penjara 9 penjara," ucap Hakim Masrul

"Dengan ketentuan masing-masing diwajibkan membayar Denda sebesar Rp 1 Miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti kurungan selama 3 bulan penjara," sambung Masrul.

Usai persidangan, kelima terdakwa sontak bergegas meninggalkan ruang sidang menuju sel sementara Pengadilan Negeri Medan. Kelimanya pun enggan menoleh ke arah wartawan saat dimintai keterangan terkait putusan tersebut.

Diketahui dalam dakwaan yang dibacakan JPU, Belman Tindaon, bahwa
pada tanggal 20 Maret 2018, sekira pukul 09.30 WIB, di Jalan Marindal I Pasar 5 Kecamatan Patumbak, Deliserdang, terdakwa Anggis Syahdila dihubungi melalui handphone oleh terdakwa Bagus Try Wahyono.

"Bagus mendapatkan nomor HP Anggis dari terdakwa Yosi Gunarsa. Kemudian diantara Bagus dan Anggis terjadilah transaksi bahwa yang mana Anggis dapat menyediakan pil ekstasi dengan harga Rp 95000 per butir," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved