Diputus 8 Tahun Penjara Perkara Sabu 1 Ons, Ari Nangis dan Ibnu Hanafi Senyum

Saat diputus, Ari Irawan menangis sementara rekannya Ibnu Hanafi tampak senyum.

Diputus 8 Tahun Penjara Perkara Sabu 1 Ons, Ari Nangis dan Ibnu Hanafi Senyum
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Ibnu Hanafi (kiri), Ari Irawan (kanan) diputus pidana penjara yang sama oleh Hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua pengedar narkotika jenis sabu seberat 100 gram, Ari Irawan dan Ibnu Hanafi tampak berbeda pandangan terhadap putusan Majelis hakim yang dipimpin Abdul Aziz.

Saat diputus, Ari Irawan menangis sementara rekannya Ibnu Hanafi tampak senyum.

Ari yang diadili lebih dulu menangis sembari bersandar di bahu salah seorang keluarganya, sementara yang diadili kemudian menyempatkan senyuman saat menoleh ke arah keluarganya.

Pada siang yang berlangsung di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (6/12/2018) tersebut keduanya diputus masing-masing dengan 8 tahun penjara.

"Mengadili terdakwa Ari Irawan dan Ibnu Hanafi dengan pidana penjara selama 8 tahun penjara serta membayar denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan," ucap Hakim Abdul Aziz.

"Kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sehingga harus dihukum sesuai perbuatannya," sambungnya lagi.

Menanggapi putusan itu, kedua terdakwa melalui penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir, yang senada dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga.

"Pikir-pikir majelis," ucap Kadlan. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Kadlan yang menuntut masing-masing selama 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan kurungan.

Dalam dakwaan JPU, petugas kepolisian dari Dit Res Narkoba Polda Sumut menelpon Ari Irawan sambil pura-pura memesan sabu sebanyak 100 gram. "Setelah melakukan tawar menawar, disepakati harga 100 gram sabu sebesar Rp 65.000.000," kata JPU.

Masih kata Kadlan, saat itu Ari Irawan menelpon Ibnu Hanafi dan mengatakan akan membeli sabu 100 gram seharga Rp 60.000.000. selanjutnya Ari mengatakan kepada polisi yang menyaru sebagai pembeli untuk bertemu di Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan untuk sekalian bertemu dengan penyedianya yakni Ibnu Hanafi.

"Saat mau mengantar sabu tersebut kepada Ari Irawan, Ibnu Hanafi mengajak Muhammad Benny Restu Syahputra (berkas terpisah) untuk ikut menemaninya dan menjanjikan upah Rp 500.000," lanjut Kadlan. Kemudian, Ari Irawan menyuruh agar Ibnu Hanafi mengantarkan sabu tersebut ke Jalan Tengku Amir Hamzah Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia.

"Sesampainya di tempat tujuan, ternyata pembeli merupakan anggota kepolisian sehingga ketiganya langsung diciduk. Dari dalam tas sandang yang dibawa Ibnu Hanafi, polisi menyita sabu seberat 100 gram," pungkas JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) itu.

Saat dipapah petugas tampak Ari Irawan menutup wajahnya yang menangis sembari berjalan menuju mobil tahanan yang sudah menunggu.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved