Gojek Lebarkan Sayap Ekonomi Digital UMKM di Sumut

Perusahaan layanan angkutan berbasis digital, Go-Jek menjelaskan konsentrasi mereka dalam membangun ekonomi digital

Gojek Lebarkan Sayap Ekonomi Digital UMKM di Sumut
Tribun Medan / Nanda Rizka Nasution
Petinggi Go-Jek saat mengadakan kunjungan ke Kantor Tribun Medan, Kamis (6/12/2018). Berusia delapan tahun, Go-Jek ingin kembangkan UMKM dengan kehadiran layanan Go-Food. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda Rizka S Nasution

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perusahaan layanan angkutan berbasis digital, Go-Jek menjelaskan konsentrasi mereka dalam membangun ekonomi digital melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terutama di Sumatera Utara saat mengunjungi Kantor Tribun Medan, Kamis (6/12/2018).

"Di Kota Medan Go-Food luar biasa meski pelayanan lain hampir merata. Ini semua bukan karena berbicara soal entitas driver atau customer tetapi soal UMKM," ungkap Head of Regional Corporate Affairs Teuku Parvinanda.

Ditemani oleh Head of Corporate Communication West Java Wildan Kesuma, Manager Regional Corporate Affairs Sumatera Dian Lumbantorun, Senior Associate Corporate Affairs Guntur Arbiansyah, laki-laki yang biasa dipanggi Andri tersebut ingin menghilangkan banyak batasan.

"Fasilitas yang dihasilkan oleh Go-Food dalam dunia digital mendorong ekonomi untuk UMKM. Ada Inovasi digital untuk kerakyatan. Sambutannya hingga kini sangat baik, kebutuhan merchant (pedagang) pelan-pelan bisa difasilitasi," lanjutnya.

Ia menerangkan tidak sulit bagi UMKM untuk menjadi merchant dan menjadi mitra di Go-Food. Karena perusahaan Go Jek menghilangkan beberapa hal yang menjadi kendala. Mereka lebih memikirikan hal lain untuk berinovasi.

"Kami tidak menutup diri dan sangat terbuka untuk dikonfirmasi. Tidak memiliki tembok tebal. Kami akan sangat senang sekali kalau ada yang datang. Saat ini, animo masyarakat untuk mendaftarkan usaha selalu stabil atau naik," tambahnya.

Perkembangan merchant akan menjadi sangat penting mengingat perusahaan memang tidak mempersulit dan berikan ruang kemudahan.

"Pastinya mereka harus punya produk. Identitas diminta untuk faktor keamanan. Di aplikasi kita juga berikan fasilitas rekomendasi, apa yang baru, mana yang terdekat, agar masyarakat bisa tahu," tuturnya.

Laki-laki yang pernah bekerja di media ini mengungkapkan sistem mereka sudah mengklasifikasikan produk sehingga lebih mengakomodir kebutuhan merchant.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved