Jalan Penghubung di Dusun Sibamban Amblas Total, Agus Relakan Tanahnya Dilewati Kendaraan

belum ada tanda-tanda dari pemerintah setempat akan memperbaiki jalan yang amblas sedalam 10-15 meter tersebut.

Jalan Penghubung di Dusun Sibamban Amblas Total, Agus Relakan Tanahnya Dilewati Kendaraan
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Agus Padang (60) bersama anaknya berjaga-jaga di sekitar lokasi Jalan Sidikalang-Bunturaja tepatnya di Dusun Sibamban, Desa Jumateguh, Kecamatan Siempat Nempu yang amblas total. Agus Padang merelakan sedikit tanahnya untuk sementara waktu dapat dilalui kendaraan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, SIDIKALANG - Jalan yang menghubungkan Sidikalang-Bunturaja tepatnya di Dusun Sibamban, Desa Jumateguh, Kecamatan Siempat Nempu, Dairi amblas total sejak sebulan lalu. Akibatnya jalan tersebut sempat putus dan tidak dapat dilalui berbagai kendaraan.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda dari pemerintah setempat akan memperbaiki jalan yang amblas sedalam 10-15 meter tersebut.

Beruntung, seorang warga setempat bernama Agus Padang (60) merelakan sebagian tanahnya, supaya kendaraan yang melintas sementara dapat melewati jalan tersebut. Hal itu murni dilakukannya untuk kepentingan umum.

"Ya ada lah sekitar 4 meter yang terpakai. Kan bisa lihat aspal sama beram jalannya sudah amblas," kata Agus, Kamis (6/12/2018).

Tidak hanya sampai disitu, tanahnya tersebut yang dahulunya merupakan ilalang kini telah ia bersihkan bersama dengan anaknya. Bahkan, dirinya tak segan untuk mengeluarkan kocek pribadi membeli bebatuan agar tanahnya yang berlumpur akibat terkena guyuran hujan dapat dilalui kendaraan.

"Ada tiga kali kami beli batu untuk timbun tanah kami supaya nggak becek kali," ucapnya.

Ia pun berharap para pengendara yang melintasi tanahnya tersebut agar mau memberikan sedikit partisipasi terhadap jalan darurat tersebut.

"Ya paling tidak untuk nimbun supaya nggak becek kali. Atau uang rokok sama yang jaga. Kami bukan cari untung, tapi untuk kepentingan bersama," sebutnya.

Apalagi kondisi jalan yang amblas itu hanya ditandai dengan garis polisi. Terlebih pada malam hari tanpa adanya penerangan, kendaraan yang melintas rawan terperosok.

Sementara, jalan yang menghubungkan Sidikalang-Bunturaja tepatnya di Dusun Sibamban, Desa Jumateguh, Kecamatan Siempat Nempu, Dairi, awalnya amblas pada sebagian badan jalan saja sejak empat bulan lalu. Hingga akhirnya seluruh badan jalan tersebut tak dapat dilalui kendaraan.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved