Nia Ramadhani dan Via Vallen Dipanggil Polisi Karena Endorse Kosmetik Illegal

Dari penggelahan itu, Polisi menemukan barang bukti 1.600 produk kosmetik oplosan yang diedarkan secara illegal.

Nia Ramadhani dan Via Vallen Dipanggil Polisi Karena Endorse Kosmetik Illegal
Tribunnews
Via Vallen dan Nia Ramadhani 

TRIBUN-MEDAN.com-Polda Jatim melalui Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek klinik kecantikan yang berada di Desa Banaran Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Dari penggelahan itu, Polisi menemukan barang bukti 1.600 produk kosmetik oplosan yang diedarkan secara illegal.

Penyidik telah menetapkan pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan berinisial KIL sebagai tersangka terkait kasus kosmetik illegal tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM tersebut.

Saat ini, pihak Kepolisian Polda Jatim melakukan pemeriksaan terhadap tersangka mengenai pembuatan dan peredaran kosmetik oplosan tersebut. 

Sebelumnya, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan tersangka memakai jasa artis setiap satu minggu untuk memasarkan produk kecantikan ilegal oplosan yang tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.

"Tarif endorse mulai Rp 7 juta hingga 15 juta," ungkapnya di Mapolda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Rofik memaparkan sejumlah artis itu melakukan endorse yaitu berfoto dengan produk kosmetik kecantikan palsu.

Endorse Kosmetik Ilegal, <a href='http://medan.tribunnews.com/tag/nia-ramadhani' title='Nia Ramadhani'>Nia Ramadhani</a>, Via Vallen, Nella & 4 Artis Lain Akan Dipanggil Polda Jatim

"Kisaran salary (upah) endorse masing-masing artis berbeda sekitar Rp 15 juta," bebernya.

"Yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya," pungkasnya.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved