Nurti Bakar Teman Prianya di Bumi Perkemahan karena Tidak Punya Uang untuk Biaya Kremasi

Tersangka yang dibawa menggunakan mobil langsung melakukan reka adegan dengan disaksikan dari penyidik dan jaksa penuntut umum

Nurti Bakar Teman Prianya di Bumi Perkemahan karena Tidak Punya Uang untuk Biaya Kremasi
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Rekonstruksi adegan pembakaran mayat oleh tersangka di bumi perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul, Kamis (6/12/2018) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.com-Satreskrim Polres Bantul bersama Kejari Bantul dan Polsek Sanden melakukan reka ulang kasus pembakaran mayat di bumi Perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Sanden, Bantul, Kamis (6/12/2018) pagi.

Pelaku utama pembakaran mayat, yakni Nurti Rahayu (32) melakukan 35 adegan dalam rekonstruksi ini. 

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka menggunakan sepeda motor jenis Supra X untuk membawa jenazah IGS (52) ke lokasi pembakaran.

Saat itu pelaku membawa jenazah korban dengan diselimuti kasur alas tipis bersama tersangka lainnya, yakni JR (12), yang dalam rekonstruksi ini digantikan oleh orang lain karena masih di bawah umur.

Menurut keterangan KBO Satreskrim Polres Bantul Iptu Muji Suharjo, ada penambahan adegan rekonstruksi yang semula 20 menjadi 35.

"Ada beberapa tambahan adegan, terkait bagaimana menentukan dan mengetahui apakah pada saat dibakar (korban) sudah meninggal atau belum," jelasnya.

Penambahan ini memang untuk memastikan apakah korban sudah dalam kondisi meninggal atau belum saat dibawa ke TKP.

"Ada penambahan, bahwa mayat saat dibawa ke bumi perkemahan ini dalam kondisi sudah meninggal," terangnya.

Selain itu, reka adegan ini juga untuk mengetahui rentang waktu saat si korban meninggal hingga dibawa ke bumi perkemahan.

"Kemudian kondisi tersangka ini, bagaimana rentang waktu (korban) meninggal sampai menentukan harus dibawa ke sini ini, ada beberapa jeda waktu, sehingga mereka menentukan harus dibawa ke sini untuk dibakar (dikremasi)," jelasnya.

Ya, motif kesulitan biaya kremasi menjadi latar belakang Nurti untuk membakar jenazah IGS yang diketahui merupakan warga Bali beragama Hindu.

Halaman
1234
Penulis: Joseph W Ginting
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved