Puji Edy Rahmayadi, Sekjen PSSI Ratu Tisha: Komitmen 1000 Persen dari Bapak

Polemik untuk menurunkan Ketum PSSI Edy Rahmayadi semakin dagaungkan para suporter dan warganet

Puji Edy Rahmayadi, Sekjen PSSI Ratu Tisha: Komitmen 1000 Persen dari Bapak
TRIBUN MEDAN/VICTORY ARRIVAL HUTAURUK
Sekjen PSSI Ratu Tisha saat temu pers di Ruang Raja Inal Kantor Gubernur Sumut, Rabu (5/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polemik untuk menurunkan Ketum PSSI Edy Rahmayadi semakin dagaungkan para suporter dan warganet di media sosial.

Bahkan tagar #Edyout juga sempat viral di twitter. Hal ini dikarenakan hasil minor yang didera Timnas Senior di ajang AFF Cup 2018. 

Bahkan isu pengaturan skor juga kian bergema diduga terjadi di jajaran Liga Indonesia.

Banyak suporter menganggap Edy tak mampu mengemban tanggung jawab besar PSSI karena rangkap jabatan yang dipegangnya sebagai Ketum juga disaat bersamaan menjadi Gubernur Sumut.

Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha menyebutkan dirinya tak mempermasalahkan rangkap jabatan tersebut.

Bahkan ia mengumpakan Presiden Federasi Eropa yang juga menjabat sebagai presiden asosiasi di negaranya. 

"Bapak bapak perlu ketahui bahwa presiden UEFA itu adalah presiden. Kalau Pak Edy tidak total hari ini tidak ada pertemuan ini," tuturnya.

Baginya yang terpenting dari seorang Ketum PSSI bukan kehadiran melainkan komitment yang dimiliki. Bahkan Tisha belajar 1000 persen dari Edy.

"Bukan masalah area waktu dan juga koordinasi. Tapi yang paling utama dari seorang ketua umum adalah sebuah komitmen. Yang bisa saya dapatkan seribu persen dari bapak," jelasnya.

Menanggapi statement Sekjen-nya, Edy mengilustrasikan PSSI bukan seperti pabrik roti yang harus selalu diperhatikan.

"Manajamen PSSI bukan seperti manajemen pabrik roti. Manajamen PSSI adalah jangan pendek, menengang dan panjang. Perkara kehadiran itu bukan masalah hadir dan tidak hadir dan target yang harus dicapai. Saya berdosa kalau saya tidak all out," tegasnya.

Bahkan Edy menuturkan baru di kepengurusannya sajalah telah terdapat kitab suci dari PSSI yang akan dikerjakan menuju 2045.

"Baru sekarang ini ada kitab suci sampai 2045. Jadi ketua yang terpilih nanti di 2020, dia tinggal ikuti ini, sehingga lurus dengan cita-cita kita," pungkasnya.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved