Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan, Jaminan Kerja atau Jadi Pengusaha

anda yang tertarik dengan keteknikan sepeda motor, Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan bisa menjadi jawabannya.

Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan, Jaminan Kerja atau Jadi Pengusaha
TRIBUN MEDAN/HO Yayasan Perguruan Immanuel
Suasana praktik di Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Memasuki era globalisasi persaingan untuk masuk ke dunia kerja semakin ketat.

Dibutuhkan kemampuan-kemampuan yang lebih untuk bisa bertahan di derasnya persaingan era ini.

Kemampuan itu dapat ditingkatkan kualitasnya dengan banyak cara salah satunya dengan mengikuti pelatihan.

Untuk anda yang tertarik dengan keteknikan sepeda motor, Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan bisa menjadi jawabannya.

Pada Pusat Pelatihan yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Subroto nomor 325 Medan itu, para siswa dibimbing agar mindset mereka lebih siap menghadapai perubahan secara global baik ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan/skill.

"Setelah satu tahun, nanti mereka akan siap ditempatkan bekerja di bengkel-bengkel resmi Suzuki. Namun, kalau mereka memilih untuk membuka usaha sendiri, tentu kita beri kesempatan. Makanya 50 persen lulusan kita sudah menjadi pengusaha," tutur Ketua Yayasan Perguruan Immanuel, Immanuel Munthe.

Pusdiklat ini memang mendorong para siswa untuk memiliki usaha sendiri. Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam menambah jumlah pengusaha di negara ini. Mengingat hingga saat ini angka pengusaha di Indonesia masih 3,1 persen. Jelas tertinggal telak dari negara maju yang jumlah pengusahanya mencapai 14 persen.

Koordinator sekaligus Instruktur di Pusdiklat Suzuki Immanuel ini, Bobmatias Simatupang menyatakan alumni dari pusdiklat ini tersebar pula hingga ke luar Sumatera Utara seperti Jambi, Riau, dan lain-lain. Kebanyakan mereka sudah berhasil membuka bengkel sendiri.

"Karena sepeda motor Suzuki ini paling susah diantara merek sepeda motor lainnya, jadi kalau sudah menguasi sepeda motor Suzuki, pasti sudah bisa mereparasi merek-merek lainnya," ujar Bobmatias.

Pusdiklat yang sudah resmi berdiri sejak 2004 ini telah menamatkan ratusan teknisi Suzuki yang sudah diakui kemampuannya. Karena dalam kurun 1 tahun, para siswa diajar teori, praktik, dan langsung magang di bengkel resmi Suzuki.

“Awalnya, kita buat Pusdiklat ini karena program Community Collage dari Kemendikbud, dan saat itu SMK ini diusulkan untuk calon standar nasional. Saya diundang dan ditawarkan untuk membuka community collage. Artinya, tamatan SLTA yang belum memiliki keterampilan, dididik dan dilatih,” tutur Kepala Pusdiklat Suzuki Immanuel Medan Hormat Sipahutar.

Saat itu, kata Hormat, ada dua sekolah yang dicalonkan. SMK Immanuel Medan berhasil terpilih mendapatkan kesempatan besar itu. Pertimbangannya, karena lokasinya yang berada di inti kota dan segmen kejuruan yang terfokus. Sebagai bentuk penghargaan, saat itu SMK Immanuel diberikan bantuan senilai Rp 75 juta dari pemerintah.

“Awalnya sekolah dan Suzuki bekerjasama dengan membuat satu product knowledge. Di mana, pihak Suzuki memberikan edukasi dan pengenalan produk kepada guru dan siswa. Karena kesempatan untuk membuat Community Collage ini, kami mengajukan proposal kepada pihak Suzuki. Disetujui, dengan ketentuan, harus membangun satu bengkel Suzuki. Makanya disebelah bangunan ini ada bengkel resminya,” ucapnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved