Rakernas PERADI di Medan, Edy Rahmayadi: Persepsi Advokat Membela yang Salah Harus Diubah

Edy sempat menyinggung persepsi masyarakat yang harus diubah terhadap para praktisi hukum.

Rakernas PERADI di Medan, Edy Rahmayadi: Persepsi Advokat Membela yang Salah Harus Diubah
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Gondang Sembilan Rakernas Peradi di Hotel JW Marriott Medan dihadiri seluruh DPC Peradi seluruh Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kali ini dihelat di JW Marriott Hotel, Medan.

Acara yang mengusung tema bertanggung jawab dalam penegakan hukum lingkungan hidup, khususnya Danau Toba dihadiri seluruh DPC Peradi seluruh Indonesia.

Acara yang berlangsung sekira pukul 14.30 WIB selama tiga hari berturut-turut (6-8/12/2018) ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, yang dalam sambutannya mengatakan kebutuhannya terhadap para profesi hukum dalam pembangunan nasional.

Namun untuk hadir dalam pembangunan nasional, Edy sempat menyinggung persepsi masyarakat yang harus diubah terhadap para praktisi hukum di Indonesia tersebut.

"Persepsi advokat membela yang salah, membela yang kaya membela yang berkuasa. Ini persepsi orang awam yang tak perduli hukum dan harus diubah," ucap mantan Pangkostrad ini.

"Tujuan hukum sendiri adalah keadilan, manfaat dan kepastian hukum itu sendiri. Saya sempat kuliah hukum di UISU tapi karena saya mendaftar dan lulus tentara makanya karena itu saya tak lanjutkan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edy berharap para praktisi hukum ini untuk selalu bertindak dengan akhlak dan nuraninya dalam memberikan kepastian hukum khususnya di Sumatera Utara nantinya.

Acara yang diwarnai dengan Gondang Sembilan, Tari-tarian Sekapur Sirih ini tak pelak disambut antusias oleh para anggotanya yang berasal dari seluruh Indonesia.

Sementara, Ketua dan Ketua Dewan Pembina Peradi Fauzi Yusuf Hasibuan dan Otto Hasibuan mengatakan bahwa sebelumnya dalam Rakernas, Peradi berencana membahas dua isu yakni Narkotika dan Lingkungan Danau Toba, namun dalam perjalanannya, Danau Toba dinilai paling penting.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved