Rakernas PERADI Soroti Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Danau Toba

Peradi menyoroti dua hal utama di Sumut. Yaitu prihatin dengan masalah peredaran narkoba di wilayah Sumut dan cara memperbaiki lingkungan.

Rakernas PERADI Soroti Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan Danau Toba
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Pengurus PERADI saat melakukan Rakernas ke III di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (6/12/2018). Peradi menyoroti kerusakan lingkungan yang terjadi di Danau Toba. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menggelar Rapat kerja nasional (Rakernas) ke III, 6-8 Desember 2018, di Hotel JW Marriott Medan.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Umum Peradi Dr Fauzie Yusuf Hasibuan SH, MH, Ketua Dewan Pembina Prof DR Otto Hasibuan SH, MM, Ketua Panitia Pengarah DPN Peradi Dr H Achiel Suyanto SH, MH, Ketua Panitia Pelaksana Zul Armain Aziz, SH, MH dan Ketua DPC Peradi Medan Charles Janner Natigor Silalahi, SH, MH.

Acara pembukaan di hadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Dalam Rakernas ini, Peradi menyoroti dua hal utama di Sumut. Yaitu prihatin dengan masalah peredaran narkoba di wilayah Sumut dan cara memperbaiki lingkungan.

Ketua Umum Peradi Dr Fauzie Yusuf Hasibuan SH, MH, mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar dengan wilayah kepulauan yang sangat luas, potensi alam dan sumber daya manusia yang melimpah, lautan terhampar seolah tanpa batas, daratan membentang bagai tak berujung.

Gunung menjulang tinggi dilangit, danau menghampar bening dan tenang, hutan rimbun nan hijau, sungai airnya mengalir memercik dibelah batu, menjadi pemandangan yang menghiasi alam raya lndonesia.

"Taukah dimana umpama surga itu? Salah satu bagian dari indonesia ialah daerah Sumatera Utara," kata Fauzie di Hotel JW Marriott Medan, Kamis (6/12/2018)

Fauzie menjelaskan, bahwa lndonesia kaya, mestinya Indonesia mampu menjadi macan ekonomi Asia, harusnya Indonesia telah sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia. Indonesia sebagai negara besar harus mampu untuk menciptakan peradaban baru yang lebih baik, dapat pula mensejahterakan rakyatnya sendiri.

Alam yang luas yang telah di anugrahkan Allah SWT adalah tempat kita bernaung di dunia ini, jika ditebas tampa batas untuk memenuhi kebutuhan manusia maka dapat dipastikan berdampak pada rusaknya ekosistem dan berujung kepada tidak seimbangnya lingkungan hidup yang justru akan menjadi bumerang bagi manusia sendiri.

Halaman
123
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved