Tanggapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Terkait Gempa di Barat Laut Mataram

Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo kembali menerjang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Tanggapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Terkait Gempa di Barat Laut Mataram
Center for Environmental Visualization
Ilustrasi Gempa. (Center for Environmental Visualization) 

Begini Tanggapan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Terkait Gempa di Barat Laut Mataram

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gempa bumi berkekuatan 5,0 Magnitudo kembali menerjang Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis, (6/12/2018) sekitar pukul 08:02:46 WIB.

Berdasarkan informasi dari BMKG pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,37 °LS dan 116,06°BT, dengan magnitudo 5,0 pada kedalaman 10 km, Dengan jarak 23 km barat laut Mataram.

Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi, secara geologi, daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh batuan vulkanik yang berumur Tersier, dan endapan aluvium yang berumur Kuarter.

Guncangan gempabumi juga akan dirasakan di daerah yang tersusun batuan sedimen Tersier dan Batuan berumur Pra-Tersier yang telah terlapukkan yang berada di sekitar daerah tersebut.

Endapan yang bersifat lepas dan belum terkonsolidasi akan berpotensi memperkuat efek guncangan gempa bumi, sehingga rentan terhadap guncangan gempa bumi.

Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan sistem Sesar Busur Belakang Flores.

Bidang Gempa Bumi dan Tsunami, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Cecep Sulaeman mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG, gempa bumi ini dirasakan di Lombok Utara dengan intensitas IV MMI, sementara di Pos Rinjani, Batu Lompeh II MMI.

"Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami," kata Cecep, Kamis (6/12/2018)

Lebih lanjut, Cecep mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. 

Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Masyarakat kita minta, agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang energinya lebih kecil dari gempa utama," tutup Cecep.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved