Peradilan Seorang Predator Anak Tega Garap Gadis di Bawah Umur Tetangga Sendiri

Polsek Pancurbatu baru-baru ini meringkus seorang predator anak bernama Peradilan Sembiring (21)

Peradilan Seorang Predator Anak Tega Garap Gadis di Bawah Umur Tetangga Sendiri
TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
Polisi menunjukkan Peradilan Sembiring (21), tersangka pemerkosa gadis di bawah umur di Pancurbatu, Sabtu (8/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polsek Pancurbatu baru-baru ini meringkus seorang predator anak bernama Peradilan Sembiring (21). 

Lelaki satu anak ini ditangkap lantaran tega memperkosa gadis di bawah umur, sebut saja Tulip, yang juga tetangganya.

Akibat perbuatannya, warga Dusun IV Lao Cekala, Desa Namosimpur, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, ini terancam mandul alias dijatuhi pidana suntik kebiri, sebagaimana ketentuan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan mengatakan, Peradilan diciduk dari rumahnya, Kamis (6/12/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Awalnya keluarga korban datang ke kantor dan melaporkan kejadian itu. Selanjutnya, kita langsung terjun ke lokasi desa tersebut dan menangkap tersangka di rumahnya," ungkap Suhaily, Sabtu (8/12/2018).

Suhaily menuturkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (6/12/2018). Saat itu, Peradilan berjalan di sekitar rumahnya dan melihat Tulip.

Diduga akibat sering menonton video porno, dan Peradilan jadi membayangkan yang tidak-tidak dan dikuasai nafsu iblis saat menatap Tulip.

Selanjutnya, diam-diam Peradilan menyergap Tulip, lalu membawa Tulip ke rumahnya yang kala itu sedang kosong dan memperkosa Tulip.

Beruntung, tak lama kemudian istri Peradilan pulang ke rumah. Peradilan pun langsung kabur.

Di hadapan penyidik, sambung Suhaily, Peradilan mengaku bukan memperkosa, melainkan hanya mencabuli saja.

"Kita masih melakukan pemeriksaan. Itu baru pengakuan tersangka. Nanti kita bakal konfrontasi keterangannya dengan keterangan korban," kata Suhaily.

Suhaily menambahkan, Peradilan sementara dikenakan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun.

"Untuk penerapan pasal Perpu Kebiri, masih belum. Kita menunggu petunjuk dari jaksa, sebab perpu tersebut masih jadi perdebatan para pakar hukum," pungkas Suhaily. 

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved