Warga HKBP Tolak Judi Togel yang Marak Terjadi di Tapanuli Utara

Seluruh warga HKBP di Distrik II Silindung menolak praktik judi toto gelap (togel).

Warga HKBP Tolak Judi Togel yang Marak Terjadi di Tapanuli Utara
TRIBUN MEDAN / ISTIMEWA
Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt Dr Deonal Sinaga saat menyampaikan pandangannya pada Sidang Sinode Distrik di Seminarium Sipoholon, Tarutung, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seluruh warga HKBP di Distrik II Silindung menolak praktik judi toto gelap (togel). 

Mereka juga berjanji untuk saling mengingatkan, karena judi togel merusak kehidupan keluarga dan masyarakat.

Warga HKBP juga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan aparat keamanan serta semua pihak serius melarang praktik judi togel di tengah-tengah masyarakat.

"Praktek judi togel ini benar-benar mencoreng wajah Tarutung sebagai Kota Wisata Rohani dan merusak kehidupan masyarakat luas," terang Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt Dr Deonal Sinaga saat ditemui wartawan di Medan, Sabtu (8/12/2018).

Deonal mengatakan, penolakan terhadap judi togel merupakan salah satu kesimpulan dari Sinode Distrik II Silindung yang telah digelar di Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, tempo hari.

Selain itu, sambung Deonal, warga HKBP bersama masyarakat luas di Tapanuli Utara sepakat bergandengan tangan melawan kejahatan-kejahatan sosial yang semakin memiskinkan, melemahkan, dan menindas masyarakat.

Sinode Distrik itu mengangkat tema "Melakukan Perbuatan Kasih (Diakoni) Kepada Orang-Orang Miskin". Tema itu, kata Deonal, sesuai dengan Orientasi Pelayanan HKBP 2019 sebagai Tahun Diakoni.

Dalam sinode tersebut, peserta dengan sungguh-sungguh menggumuli pertanyaan sederhana: "Apa sebenarnya yang diharapkan dari gereja dan apa yang seharusnya gereja lakukan menyikapi realitas masyarakat saat ini?".

"Peserta Sinode sepakat dengan penekanan pada program-program nyata untuk tahun 2019 yang menyentuh realitas masyarakat, menitikberatkan pada pelayanan kepada kaum difabel melalui program Rehabilitasi Berbasis Masyarakat dan juga membantu jemaat-jemaat paling membutuhkan di wilayah pelayanan Distrik II Silindung," jelas Pendeta bergelar doktor lulusan Hongkong itu.

Sinode juga serius mendiskusikan, bahwa perhatian pada lingkungan adalah bagian integral dari pelayanan diakoni.

"Untuk itu, kita harus tetap memberikan perhatian serius pada pemeliharaan lingkungan, secara khusus dengan ajakan supaya masyarakat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari," pungkas pendeta yang pernah melayani di Jerman itu.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved