Geliat Kopi Makin Berkembang, Pemkab Karo Agendakan Hak Paten Merk Kopi Karo

Dari dulu hingga sekarang, kopi menjadi minuman yang merakyat. Bahkan, saat ini berkumpul sambil menyeruput kopi

Geliat Kopi Makin Berkembang, Pemkab Karo Agendakan Hak Paten Merk Kopi Karo
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Para penggiat usaha kopi menawarkan produk yang dijualnya kepada masyarakat, di Festival Kopi Karo, di Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling, Berastagi, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Dari dulu hingga sekarang, kopi menjadi minuman yang merakyat. Bahkan, saat ini berkumpul sambil menyeruput segelas kopi sudah menjadi gaya hidup di sebagian kalangan masyarakat. 

Terlebih, dengan banyaknya cafe-cafe yang menyediakan kopi dengan berbagai jenis penyajian, semakin banyak masyarakat yang tertarik mencoba minuman dengan aroma khas itu.

Sumatera Utara, diketahui memiliki banyak tanaman kopi dengan berbagai jenis yang tersebar di seluruh pelosok daerahnya. Kopi-kopinya juga sudah terkenal ke banyak daerah-daerah di seluruh nusantara, seperti kopi Sidikalang, Mandailing, dan sebagainya.

Kabupaten Karo yang notabene berada di dataran ketinggian, juga terkenal memiliki banyak tanaman kopi yang tumbuh subur. 

Namun, sangat disayangkan karena hingga saat ini banyaknya jenis kopi khas bumi turang ini belum seluruhnya dikenal oleh para penikmat kopi. Selain itu, saat ini juga belum dapat dipasarkan dengan label kopi khas Karo.

Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo Sarjana Purba, mengaku pemerintah Kabupaten Karo melalui dinas Pariwisata berencana akan mematenkan merk kopi Karo. 

Dengan mendaftarkan Kopi Karo ke Kementerian Hukum dan HAM, sehingga label kopi Karo memiliki kekuatan hukum dan dapat dipasarkan sebagai produk lokal.

"Kopi Karo saat ini sudah mulai terkenal, tapi belum terkenal dengan label Karonya. Untuk itu, minggu depan kita akan mendaftarkan kopi Karo ke Kemenkumham, untuk mengeluarkan branding kopi Karo," ujar Sarjana, Minggu (9/12/2018).

Dirinya berharap, setelah didapatkan label secara paten dari Kemenkumham, Kopi Karo nantinya akan menambah jenis kopi yang ada di Sumatera Utara. Selain itu, tujuannya juga agar kopi Karo dapat dipasarkan dengan labelnya sendiri.

"Selama ini kan kita tau kopi Karo ini, dipasarkan dengan merk orang lain. Dengan adanya label kopi Karo nanti, dapat langsung dipasarkan sesuai labelnya," katanya.

Untuk mendukung rancangan itu, sarjana juga meminta dukungan dari para petani dan penggiat usaha kopi. Agar para petani semakin menggalakkan hasil kebunnya, dan para penggiat usaha juga memperkenalkan kopi lokal Karo kepada para pembeli.

Melalui acara festival Kopi Karo yang diselenggarakan selama dua hari mulai Sabtu (8/12/2018) hingga Minggu (9/12/2018), dirinya berharap semakin menaikkan gairah para petani. Selain itu, agar para penggiat usaha kopi dapat membantu para petani, dengan memesan langsung biji kopi dari para petani. Sehingga hasil panen petani harganya tidak sempat jatuh jika dijual terlebih dahulu ke pengepul atau ke pasar.

"Awalnya kita ingin menggerakkan sektor hulu, ke sektor hilir. Artinya, dengan adanya festival ini lembaga tani dengan para penggiat usaha kopi bisa bersinergi menaikkan kopi lokal," pungkasnya. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved