Kisah Pilu Keluarga Rikki, Edison Simanjuntak Tunggu Kabar Anak di Televisi soal 'Pembantaian Nduga'

Ayah lima anak ini hanya bisa duduk di depan televisi usang di ruang tengah rumah kayunya yang mereka kontrak di Tepian Danau Toba

Kisah Pilu Keluarga Rikki, Edison Simanjuntak Tunggu Kabar Anak di Televisi soal 'Pembantaian Nduga'
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Edison Simanjuntak, ayah Rikki Simanjuntak saat menonton Televisi di Rumah kontrakan mereka di Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (8/12/2018) Malam. Keluarga masih terus menanti kabar kepastian anaknya yang belum ditemukan pasca insiden pembantaian di Nduga, Papua 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, BALIGE - Kekalutan Edison Simanjuntak (69) belum terjawab atas keberadaan anaknya Rikki Simanjuntak (27) yang belum ditemukan, sejak dinyatakan  ikut menjadi korban kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Puncak Kabo.  

Insiden pembantaian  tak jauh dari proyek pembangunan jembatan Jalan Trans Papua, di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Ayah lima anak ini hanya bisa duduk di depan televisi usang di ruang tengah rumah kayunya yang mereka kontrak di Tepian Danau Toba, tepatnya di Kelurahan Napitupulu Bagasan Sosor Dolok, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (8/12/2018) tengah Malam.

Dia ditemani anak keduanya Aldo Simanjuntak serta keluarga lainnya. Tidak ada sang istri yang menemani, karena 'permaisuri'nya sudah terlebih dahulu menghadap yang Maha Kuasa pada Februari 2018 lalu.

Batang demi batang rokok dia isap hingga asap mengepul di dalam ruang tengah untuk membantu meringankan beban pikirnnya. Dirinya berharap anaknya segera ditemukan.

Rikki Kardo Simanjuntakk. (Kanan) Orang tua Riki di Balige, Edison Simanjuntak.
Rikki Kardo Simanjuntakk. (Kanan) Orang tua Riki di Balige, Edison Simanjuntak. (Facebook.com/Fernando Marulak Natal Hutajulu)

"Sai anggiat ma asi roha ni tuhan i tunhami, unang tarhirim be ahu. Dapot ma niam imana, (Semoga Tuhan mengasihi kami, agar aku tak selalu menunggu),ucapnya.

Bapak lima anak ini terkadang termenung di atas kursi plastik dengan dengan wajah cemas penuh harap.

Rikardo anak kempatnya, warga Balige Sumatera Utara ini merupakan salah satu pekerja di proyek jembatan Trans Papua.

Saat Tribun menemui di kediamannya, Edison menyebut anaknya Rikki sudah bekerja setahun belakangan danmw jadi karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek jembatan Trans Papua.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved