Edisi Cetak Tribun Medan

Pembantaian di Nduga, Jenazah 2 Korban Asal Sumut Disambut Isak Tangis Keluarga

"Oooo Efri, ise do namanembaki ho Efri (siapalah yang manembaki mu Jefri)," kata Sonti.

Pembantaian di Nduga, Jenazah 2 Korban Asal Sumut Disambut Isak Tangis Keluarga
Tribun Medan
Orang tua Efrandi Hutagaol (28) menangis histeris 

"Oooo Efri, ise do namanembaki ho Efri (siapalah yang manembaki mu Jefri)," kata Sonti.

SEIRAMPAH, TRIBUN -Isak tangis keluarga pecah, ketika jenazah Efri Junaidi Simaremare alias Jefri tiba di kediaman orangtuanya, Dusun I, Desa Seibelutu, Kecamatan Seibamban, Kabupaten Serdangbedagai Sabtu, (8/12).

Hal serupa juga terlihat di kediaman orangtua Efrandi Hutagaol (28) di di Dusun IV Hutagaol Sosor Dolok, Desa Hutagaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa. Efri dan Efrandi merupakan korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Minggu lalu.

Ibu Efri, Sonti boru Sirait menangsi histeris melihat peti anaknya. Ia meronta-ronta dan sesekali memeluk peti anaknya. Keluarga besar Simaremare tampak berusaha menenangkan Sonti.

Mereka secara bergantian memberi nasihat-nasihat kepada Sonti supaya tabah. Namun, Sonti terus-menerus menangis. Sedangkan ayah Efri, J Simaremare masih dapat mengendalikan diri.

Baca: Mukjizat Natal, Simon dan Joni Lolos dari Pembantaian Nduga karena Ikut Natalan dan Peran Camat!

Sebelum jenazah Efri tiba di rumah duka, Sonti juga terus-terusan menangis. Suara tangisnya makin membahana begitu sirine mobil ambulans terdengar mendekati pekarangan rumahnya.

"Oooo Efri, ise do namanembaki ho Efri (siapalah yang manembaki mu Jefri)," kata Sonti.

Banyak kata yang saat itu ia ucapkan. Ia bertanya mengapa anaknya yang menjadi korban. Ia menyebut kalau anaknya itu baik. Dalam tangisnya, ia berkata, anak keduanya itu sebenarnya akan pulang dalam waktu dekat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.

Ibu empat anak tersebut juga berulang kali memeluk peti jenazah anaknya. Berulang-ulang, ia melengketkan pipinya ke peti jenazah anaknya. Pihak keluarga sempat menyampaikan permohonan untuk melihat jenazah Efri kepada anggota TNI, dan Polri yang ke rumah duka.

Namun, keinginan pihak keluarga tidak terkabul. Padahal Sonti kepingin sekali melihat jenazah anaknya. Pihak TNI memberi penjelasan agar peti tidak dibuka.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved