Usulan Ranperda Pemkab Deliserdang tak Diterima Dewan, Alasannya soal Naskah Akademik

Pemkab Deliserdang ada mengusulkan dan bermohon kepada dewan untuk memasukkan 22 Ranperda ke dalam Propemperda untuk tahun depan.

Usulan Ranperda Pemkab Deliserdang tak Diterima Dewan, Alasannya soal Naskah Akademik
Tribun Medan/HO
Suasana rapat di Gedung DPRD Deliserdang pada Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar 

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM- Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Deliserdang tidak dapat menerima sebagian usulan permohonan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dari pihak eksekutif untuk dapat dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda).

Wakil Ketua Bapemperda, Saiful Tanjung mengakui Pemkab Deliserdang ada mengusulkan dan bermohon kepada dewan untuk memasukkan 22 Ranperda ke dalam Propemperda untuk tahun depan. 

Ia menyebut mengapa hanya 15 usulan Ranperda saja yang kemudian mereka sepakati untuk dimasukkan dalam program karena hanya itu sajalah yang mempunya kajian naskah akademik. Ia membantah kalau dewan sengaja menolak mentah-mentah usulan dari Pemkab.

"Bukan kita tolak tapi karena memang tidak ada naskah akademiknya bagaimana mau dimasukkan kedalam Propemperda. Ya disertakan dululah naskah akademiknya sama Pemkab. Kan harus seperti itu aturannya jika memang mau di masukkan ke dalam Propemperda harus tau kita mengapa dan untuk apa?. Jadi bukan mau dimasukkan saja buat dulu lah naskah akademiknya," kata Saiful. 

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Deliserdang, Edwin Nasution menjelaskan Pemkab dan DPRD sudah selesai melakukan pembahasan penyusunan Propemperda.

Usulan Ranperda dari Pemkab dan inisiatif DPRD sudah tinggal menunggu di sahkan dalam Paripurna saja. 

Ia mengakui kalau sebelumnya ada 22 usulan Ranperda yang sebelumnya mereka mohonkan untuk dimasukkan namun karena belum ada naskah akademiknya hanya 15 saja yang disepakati untuk dimasukkan dalam program. 

"Karena dibilang tidak ada naskah akademiknya makanya tidak dimasukkan. Sebenarnya naskah akademik itu bisa saja ya menyusul tapi ya sudahlah. Kalau tahun 2018 ini setau kita pun dari Ranperda yang masuk program hanya ada dua yang disahkan. Biasanya pun sekitar segitu ajanya (tiap tahun),"kata Edwin. 

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya pihak eksekutif sendiri menempatkan diurutan pertama dan memprioritaskan Ranperda tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Deliserdang tahun 2019-2039 pada tahun ini. Meski sudah bertahun-tahun namun Ranperda ini tidak juga mampu untuk disahkan oleh dewan.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved