Penipuan Arisan Online Marak di Simalungun, Korban Rugi hingga Puluhan Juta

Sekitar hari ketiga mulai tidak ada lagi pertemuan. Ia beralasan uang itu sedang dipinjam oleh sebuah perusahaan"

Penipuan Arisan Online Marak di Simalungun, Korban Rugi hingga Puluhan Juta
Tribun Medan
Ilustrasi arisan online 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Kabupaten Simalungun tengah marak penipuan arisan online. Tak tanggung-tanggung, pelaku arisan online via transfer ini meraup keuntungan memcapi ratusan juta rupiah.

Indra Sutoyo mengungkapkan penipuan arisan online yang diikuti istrinya, Rini Sucaya.

Indra Sutoyo warga Kecamatan Tanah Jawa ini menjelaskan ikut serta dalam arisan online ini karena yang menawarkan merupakan teman lamanya di kampung.

Pada bulan Oktober, teman lamanya Peri Hartati mengajak untuk ikut arisan online.

Pelaku menawarkan penarikan arisan per 15 hari. Setiap cicilan satu nomor yakni Rp 900 ribu. Bahkan, kata Indra setiap member atau sebutan pelanggan arisan online bisa mengambil banyak nomor.

"Namanya juga teman lama di kampung. Kami ketemu langsung pertama kali,"ujarnya via seluler, Senin (10/12/2018).

Indra menjelaskan pada penarikan pertama juga dilakukan pertemua langsung di sebuah rumah di Kecamatan Tanah Jawa.

Saat itu, arisan dalam bentuk mobil. Setelah itu, penarikan ke dua juga dalam bentuk pertemuan.

"Sekitar hari ketiga mulai tidak ada lagi pertemuan. Ia beralasan uang itu sedang dipinjam oleh sebuah perusahaan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved